17

648 56 14
                                        

Wendy segera mendekati Jennie yang terjatuh dari brankar saat dia berteriak menyebut nama adiknya, ia reflek terjatuh karena kepala tiba tiba pusing. Dia membantu Jennie berdiri kembali naik keatas ranjang rumah sakit, membaringkan sang adik yang tampak pucat.

"Jendeuk," Jisoo memeluk tubuh adiknya yang diam saja.

Suasana hening sejenak, Jennie mejlirik kearah ranjang si bungsu yang di penuhi kabel dan selang infus membuat dirinya merasa sakit.

"Eonnie, Rosie" lirihnya dengan air mata mengalir

"Rose koma Jen, berdoa saja dia cepat sadar," kata Wendy mengusap air mata adiknya.

Jennie diam menatap kosong ke ranjang Rose, ia masih teringat mimpi  bertemu dengan sesosok pria dewasa yang menyebut dirinya sebagai Daddy.

"Jennie." panggil Jisoo memegang pundak adiknya

Jennie tersentak dari lamun, ia memandang kearah Jisoo yang berdiri di depan nya.

"Kenapa melamun?" tanya Jisoo

Jennie hanya menggeleng pelan sambil mengingat tentang mimpi itu.

"Nini eonnie" panggil Lisa membuat Jennie menoleh kearah adiknya

"Ada apa Lili?" tanya Jennie

"aku rindu Chaeng, eonnie" jawab Lisa lirih menatap ranjang adiknya.

"Aku juga merindukan Rosie." balas Jennie yang juga memandangi ranjang adik nya.

Jam menunjukan pukul 05.30 pagi, suasana ruangan hanya keheningan yang terjadi. Jennie masih diam melamun memikirkan mimpi yang dia alami.

"Wendy eonnie..!" panggil Jennie

"Ada apa Jen? Mau sesuatu?" tanya Wendy menatap adiknya.

Jennie menggeleng pelan." Eonnie, apa eonnie tahu sesuatu yang disembunyikan oleh Irene Eonnie juga Mommy dan Daddy?" tanya Jennie balik.

Wendy bersama yang lain terdiam mendengar pertanyaan Jennie.

"Nggak Jen, ada apa?" tanya Wendy penasaran.

Jennie merasa janggal dengan semua nya, ia kembali teringat saat Rose bilang kalau adiknya itu pernah uyyu pada sang eonnie tertua.

"Aku merasakan ada yang disembunyikan eonnie sama orang tua kita dan Irene eonnie,"

"Apa yang mereka sembunyikan? Kenapa kamu berfikir seperti itu?"

Jennie pun menceritakan mimpi yang di alami nya membuat mereka benar benar terkejut dan semakin penasaran dengan semua itu.

"Kalau pria yang ada dalam mimpi eonnie itu Daddy kita berarti kita anak haram eon," ucap Lisa dengan mata berkaca kaca.

"Lis jangan berpikiran seperti itu, kalian anak yang suci bukan haram," ujar Yerim mengusap tangan Lisa.

Huaaa..

Mereka terkejut mendengar suara tangisan dari adik nya menoleh kearah brankar sang adik. Rose sadar dari koma terbangun dengan menangis, segera Jisoo mendekati adik nya itu.

"Chaeng jangan nangis, cup cup" bujuk Jisoo menenangkan si bungsu.

"Daddy hiks..Daddy hiks" Rose terisak menangis memanggil Daddy.

"Rose tenang ya" ujar Wendy menenangkan adik nya namun Rose semakin menangis memanggil Daddy nya.

Jennie turun dari ranjang menghampiri adiknya yang menangis. Yerim sudah memanggil dokter.

"Rosie, jangan nangis baby," Jennie mengusap tangan adiknya.

"Nini hiks,adek mau Daddy hiks..kenapa Daddy pergi ninggalin kita hiks?"

"Sstt.. Rosie mungkin udah takdir nya, jangan nangis lagi." jawab Jennie lembut

"Chaeng" panggil Lisa

"Lili eonnie hiks.. Adek ketemu Daddy hiks..ternyata Haelmonie yang adek ketemu waktu di toilet itu adalah Haelmonie kandung kita hiks, Daddy kita udah pergi hiks"

"Hyun eonnie ternyata Mommy kita Lili eonnie hiks" lanjut Rose

Deg

Wendy bersama Lisa,Yerim dan Jisoo terdiam kaget mendengar perkataan Rose.

"Maksud nya Chaeng?" tanya Lisa bingung

Rose pun menceritakan seperti apa yang diceritakan Jennie tentu membuat mereka merasa sedih juga kecewa dengan kedua orang tua mereka dan eonnie nya.

"Nama Daddy kita Kim Suho"

Ceklek

Pintu terbuka menampak kan dokter bersama orang tua mereka juga Seulgi, Irene,Joy datang kerumah sakit. Dokter segera memeriksa Rose, Jennie dan Lisa.

"Untuk putri anda, Lisa dan Jennie sudah mulai membaik mungkin besok pagi mereka sudah bisa pulang sedangkan Rose masih lemah tuan" kata dokter

"Nee,terimakasih dok" jawab Daddy Hyun Bin

Dokter pun mengangguk dan permisi. Setelah dokter keluar suasana mendadang menjadi hening dan dingin.

"Rose akhir..."

"Irene eonnie, siapa itu Kim Suho?" Jennie memotong perkataan Seulgi dengan tatapan dingin.

Irene terkejut dan bingung begitu juga dengan kedua orang tua mereka.

"Apa yang kalian sembunyikan? Jujurlah" tanya Wendy datar.

"Kalian kenapa nak? Maksud nya apa?" tanya Mommy Hee Ae mencoba pura pura tidak mengerti.

"Mommy jangan pura pura tidak tahu, jelaskan apa yang kalian sembunyikan selama ini dari kita?"

Deg

"Hyun eonnie, adek ketemu Daddy Suho saat koma, apa eonnie adalah Mommy adek?" tanya Rose lirih.

Irene bersama kedua orang tua nya tersentak kaget dan tidak bisa berkata kata berfikir secepat ini kah takdir memberitahu si kembar.

"Nee.. Eonnie akan ceritakan semua nya" jawab Irene pelan.

Irene pun menjelaskan semuanya bahkan Mommy juga ikut menjelaskan tentu membuat mereka benar benar tidak menyangka bahkan terkejut dengan fakta itu. Rose sudah menangis di peluk oleh Jisoo yang menahan air mata untuk tegar mengetahui fakta sesungguhnya. Jennie diam saja namun air mata mengalir sedangkan Lisa sama seperti Rose sudah menangis di pelukan Joy.

"Mianhae..jongmal mianhae hiks" ucap Irene meminta maaf pada mereka.

Semua larut dalam tangisan dan mencerna semua cerita untuk menerima kenyataan terutama untuk Jennie,Jisoo, Lisa dan Rose.

"Mommy hiks, adek mau Daddy hiks" ujar Rose menangis

Irene mendekat pada Rose, memeluk tubuh Jisoo dan Rose sambil menangis.

"Maafkan Mommy sayang hiks, ikhlaskan Daddy mu hiks" ujar Irene memeluk anak nya.

"Jennie ,Lisa maafin Mommy" lanjut Irene menatap Lisa dan Jennie yang hanya diam.

Ceklek

Pintu terbuka menampakan dua orang masuk kedalam.

"Haelmoni" kata Rose saat melihat siapa yang datang.

Votement

See you 🌹👋

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 13, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Maaf, Aku Menyesal Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang