SPIN OFF CERITA PERTAMA HEHE & BRO.
"Abi, nyebelinnya dikurangin lagi, ya!" pesan Yana kepada Abi.
Abi tersenyum jahil, menatap Yana. "Kalau tidak dikurangi kamu mau apa? Mau merasakan betapa menyebalkannya aku di seumur hidup kamu?"
"Maksudnya seum...
Allahumma sholli 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala Ali Sayyidina Muhammad.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Minimal ucapin salam dong, Bro!"
Siapa yang tidak terganggu dengan teriakan pria 24 tahun yang suaranya berat, apa lagi di waktu yang dimana orang-orang sudah beristirahat.
"Maaf, Bang!" jawab Abi sambil menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal.
"Kok, Aa' gak kaget lihat dia tiba-tiba ada di Bandung?"
Yana mengernyitkan dahinya, bagaimana bisa Tsani biasa saja melihat kedatangan Abi dari Pontianak ke Bandung yang munculnya secara tiba-tiba begini?
"Gimana bisa Aa' kaget? Orang dia ngabarin kakaknya terus, kan Aa' suami kakaknya."
Tsani adalah suami dari Ayyana, yang di mana, Ayyana adalah kakak dari Abi, orang yang paling menyebalkan menurut Berliana.
"Jadi cuma Yana yang gak tahu, nih?" tanya Yana dengan perasaan kecewanya, kecewa tanpa sebab yang jelas.
"Kenapa kamu harus tahu, huh?" Abi bertanya.
Yana menjawab ragu, dia tidak tahu harus menjawab apa, "Ya... Biar apa, ya?"
"Biarin," jawab Abi cepat, selalu saja membuat Yana kesal.
"Yana masuk dulu," pamit Yana kepada Tsani.
"Saya gak disuruh masuk, nih?" tanya Abi mencegah langkah Yana masuk ke dalam rumahnya.
Yana berbalik, menatap wajah Abi dengan raut kesal, jika dia tidak memakai cadar, dia yakin sekali Abi bakal tersenyum puas melihat wajahnya sekarang ini.
"GAK!" Kemudian Yana benar-benar masuk ke dalam rumahnya, meninggalkan Tsani dan Abi berdua.
"Kak Ayya di mana, Bang? Perasaan tadi Abi teriak bukan manggil Abang, deh." Abi melihat sekitar, tidak menemukan kakaknya menyambut.
"Udah tidur, habis ngurusin Zayn yang rewel, kamu masuk dulu aja."
Abi hanya mengangguk, tidak bertanya lebih lanjut, karena dia paham kesibukan kakaknya sekarang. Abi masuk dengan mengucapkan salam, kemudian duduk di kursi ruang tamu.
"Kamu nginap dulu aja, ya? Udah malam kalau mau berangkat sekarang,"
Abi tampak berpikir, "Maaf sebelumnya, Bang. Sebenarnya Abi ke sini tadi nganterin Berliana pulang aja," jawab Abi jujur, sukses membuat Tsani curiga.