12. Gavin

227 37 5
                                        

سْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

اللهُمَّ صَلَّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيْدِنَا مُحَمَّدٍ

Allahumma sholli 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala Ali Sayyidina Muhammad.

"Safiyah, kamu anaknya pemilik pondok pesantren ini?" tanya Abi, suaranya terdengar serius

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Safiyah, kamu anaknya pemilik pondok pesantren ini?" tanya Abi, suaranya terdengar serius.

Safiyah terdiam sejenak. Ia tahu, ia tidak bisa berbohong pada Abi. Seluruh pesantren sudah tahu bahwa dia memang anak dari pemilik pondok pesantren ini. Tidak ada gunanya menutupinya. Lagipula, Safiyah tidak berniat untuk berbohong. Dia justru sengaja memberitahukan tentang perjodohan ini, karena sebenarnya, dia tidak ingin perjodohan itu berhasil.

Ada perasaan yang harus dijaga.

Akhirnya, Safiyah mengangguk pelan. Wajah Abi terlihat khawatir, jelas sekali ia tidak tertarik dengan hal ini. Begitu banyak yang harus dipikirkan, itu seakan menghalangi Abi untuk mencari solusi.

"Nanti kita bahas lagi, saya mau istirahat dulu," ucap Abi, sambil menghela napas panjang.

"Ini masalah darurat, Abi. Kita harus segera menyelesaikannya," Safiyah membalas, dengan suara yang terburu-buru.

Abi hanya menatapnya, "Iya," jawabnya singkat, suaranya datar.

Tanpa banyak bicara, Abi berbalik dan meninggalkan Safiyah yang masih berdiri, terpaku di tempatnya.

Namun, Safiyah tidak bisa hanya diam dan menunggu. "Tapi, Abi..." Abi masih tidak peduli. "Ini serius. ABI!"

Abi tetap saja berjalan tanpa menghiraukan perkataan Safiyah, langkahnya berat dan tampak lelah.

***

Abi mengucapkan salam sebelum masuk ke kamar, dan langsung meletakkan tas ransel yang sedari tadi membebani pundaknya itu.

"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh," jawab seseorang dari dalam.

Orang itu adalah Gavin,  dia adalah rekan kerja Abi dari Jakarta, keduanya bekerja sebagai Pengawas Perkebunan karena memiliki latar yang sama, sarjana pertanian. Bedanya, Abi kadang membantu di bagian pendidikan, mengajar misalnya. Abi diamanahkan untuk mengajar karena pengalamannya menjadi santri selama 7 tahun. Itulah sebabnya, santri-santri mengenalnya dan memanggil Abi dengan sebutan "Ustaz".

Pondok pesantren ini memerlukan pengawas perkebunan karena bahan pokok dibudidaya sendiri, itu strategi yang sangat ampuh untuk penghematan, daripada membeli di luar dengan orang lain.

ABIYANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang