11. Abiantara

168 30 0
                                        

سْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

اللهُمَّ صَلَّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيْدِنَا مُحَمَّدٍ

Allahumma sholli 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala Ali Sayyidina Muhammad.

Hari ini adalah kali kedua Abi menginap di rumah Tsani, yang merupakan abang iparnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hari ini adalah kali kedua Abi menginap di rumah Tsani, yang merupakan abang iparnya. Pada hari pertama, hanya ada kakaknya, Ayyana, dan adiknya Tsani, Berliana. Namun, hari ini, semua orang kebetulan ada di rumah: Umi Sanah, Abi Hasan, dan Tsani menemani Abi yang hendak pergi ke tempat kerjanya lagi. Rutinitas ini sudah menjadi kebiasaan setiap bulan, Abi selalu menginap di rumah ini selama tiga hari.

Mobil yang akan menjemput Abi terparkir di depan rumah. Abi Hasan, yang pertama kali menyadari kedatangan mobil tersebut, segera memanggil, "Abi, mobilnya sudah datang."

Tidak lama kemudian, Abi turun dari kamarnya dan berpamitan satu per satu dengan penghuni rumah.

Ayyana mengingatkan adiknya, "Jangan pernah tinggalkan ibadah, Abi."

Abi Hasan yang mendengar, kemudian menimpali, "Selalu ingat, ridha Allah adalah tujuan utama kita. Apa yang kita lakukan harus semata-mata untuk Allah."

Abi hanya mengangguk pelan dengan senyum tipis, merasa tenang mendengar nasihat-nasihat tersebut. Hatinya penuh dengan rasa syukur memiliki keluarga yang selalu mengingatkan akan hal-hal penting dalam hidup.

Sebelum benar-benar pergi, Abi Hasan bertanya, "Eh, Abi. Nama kamu siapa?"

"Abi," jawab Abi singkat.

"Iya, itu saya tahu. Nama lengkapnya, biar nanti kalau ada yang memanggil tidak tertukar. Saya di sini juga dipanggil Abi." Abi Hasan menjelaskan.

"Abiantara. Bisa dipanggil Abi, Bian, atau Anta."

"Rupanya belum tahu nama lengkap Abi, ya?" Ayyana bertanya, selaku Kakak dari Abi.

"Sekarang sudah tahu, kami panggil Bian saja, ya? Boleh, Bian?" tanya Abi Hasan, sekalian mencoba panggilan barunya kepada Abi.

"Boleh."

Akhirnya, Abi benar-benar sudah masuk ke dalam mobil. Sebelum meninggalkan keluarga keduanya itu, Abi mengucapkan salam untuk terakhir kalinya.

Lagi-lagi, ada yang menghentikan mobil, tetapi kali ini dia malah berbicara dengan Bapak sopir yang duduk di kursi kemudi.

"Hati-hati, ya, Pak," pesan Berliana kepada Bapak sopir tersebut.

ABIYANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang