⚠️Mature content⚠️
Area 18+ 21+
Bijak dalam memilih bacaan
Follow dulu sebelum baca...
Anak kecil dilarang baca!!!
Aurora Park, memang mendambakan seorang pria yang tidak pernah ia rasakan sejak kecil. Tumbuh bersama seorang Mommy yang selalu berg...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dominic membuka kedua paha Ara lebar, mengangkat kedua paha itu ke bahunya. Lalu Dominic menundukan kepala agar mempermudahnya mengulum klitoris Ara yang menggiurkan.
Pada saat kepalanya sudah berada di depan kewanitaan Ara, Dominic mulai menelusuri bibir tebal kewanitaan Ara, bermain di klitorisnya, mengulum dengan lihainya. Bahkan tangan Ara meremas sisi bathup, menikmati setiap kuluman lidah Dominic di bagian bawahnya.
"Oh, Daddy... Ah..." Desahan Ara begitu terdengar sexy sehingga Dominic semakin bersemangat mengulum area luar kewanitaanya.
Lidah Dominic semakin liar mengulum klitoris Ara bergerak maju mundur tanpa henti, sementara jari tengah Dominic di masukan ke dalam lubang kenikmatan Ara, mengikuti lidahnya yang sedang mengulum klitorisnya.
Tubuh Ara pun terangkat, bokongnya di naikan. Agar rasa geli yang sudah merasuk ke tubuhnya sedikit meredam. Tetapi, semuanya mustahil lidah Dominic semakin gencar membuatnya terlena. Bahkan jarinya pun sama bergerak, maju mundur. Hingga tubuh Ara tak kuasa menahan serangan kenikmatan dari permainan lidah dan tangan Dominic.
"Eugh... Sstt.... D—Daddy... Ah... Ah.."
"Yes, baby girl. What you want?" tanya Dominic, menjeda.
"Pleace, inside me, fast, and harder!"
"Not now, baby girl! I wanna playing in your pussy." ucap Domonic. Menolak keinginan Ara.
"Please, Daddy." Ara memohon dengan sangat ia tak kuasa menahan hasratnya untuk di masukan dengan batang kelelakian Dominic yang sudah mengacung, tegak.
Dominic tidak menggubris permohonan Ara, ia terus mengulum pussy Ara yang mulai licin dengan cairan kental. Bahkan sekarang lidah Dominic masuk ke dalam liang kewanitaan Ara, keluar masuk, dan ibu jarinya memilin pussy Ara, bergantian.
Sang pemilik hanya bisa pasrah, mendapatkan kenikmatan yang hampir meledak, jika saja Dominic tidak menjeda lidah dan tangannya di kewanitaan Ara.
"Shit! Ah... Insid me, Daddy," ucap Ara, kepalanya pusing tidak dapat pelepasan untuk kesekian kalinya. Di permainkan oleh pria yang sedang mengacak-acak kewanitannya.
"I said, no, baby! I'm still playing with your pussy!" ucap Dominic, tetap menolak keinginan Ara.
"Eugh... Dad..." desahan Ara kembali keluar, di saat jari tengah Dominic di masukan ke lubang kenikmatan Ara bersama dengan lidahnya. Bersama-sama masuk ke dalam.
"Sstt.. Oh god!"
"Jangan menyebut nama Tuhan jika kita sedang melakukan perbuatan dosa, baby."
"Apa aku harus mendesah sepanjang malam saat lidah dan jarimu terus menghujam kewanitaanku, Dome?"
"Itu lebih bagus di bandingkan kau menyebut Tuhan di sela desahaanmu," balas Dominic. Ia pun menuntaskan kulumannya di area kewanitaan Ara.
Kemudian Dominic berdiri dan membuka kain penghalang juniornya dari dalam celana, lalu mengarahkan ke Ara untuk di kulum, dan di jilat oleh putri tirinya.