******
Hidup terus berjalan, waktu terus berputar, dunia tidak akan bertanya kepada kamu apakah kamu baik-baik saja setelah kehilangan? Dia tidak akan bertanya itu. Dunia akan memaksa kita untuk terbiasa dan merelakan mereka yang sudah ditakdirkan bukan untukmu. Jadi terbiasa lah dengan itu walaupun kamu harus mati-matian untuk menerima itu tapi percayalah bahwa akan tiba waktunya yang dimana kamu akan merasa ikhlas dan rela dengan semua yang pernah terjadi.
Disebuah kantor yang sangat megah berada ditengah-tengah pusat kota yang sangat ramai penduduknya, seorang laki-laki berkacamata tengah fokus pada laptopnya dengan ditemani secangkir teh hangat. Ruangan yang sangat indah bahkan bisa melihat pemandangan kota ini.
Tok
Tok
Terdengar suara ketukan pintu yang membuat menoleh pintu itu, "masuk" ucapnya dan kembali fokus pada laptopnya.
Masuklah seorang laki-laki dengan membawa berkas dan berjalan mendekati orang ini, "nih" ucapnya sambil menaruh berkas itu dan duduk berhadapan dengannya.
Perempuan ini berkacamata ini mengambil berkas itu dan memeriksanya, "oh ya tuan saya mendapatkan pesan dari pak bos yang dimana anda harus mengecek pesan darinya" ucap laki-laki bermata sipit ini yang membawa berkas tadi.
"Oh ya aku lupa" balas laki-laki berkacamata ini, dia pun mengambil handphonenya dan benar ada pesan dari sang papa.
"Ada apa?" tanya laki-laki yang satunya lagi.
"Sepertinya kita akan pulang" jawab laki-laki yang berkacamata ini yang menoleh kearahnya.
"Wahh akhirnya!!" teriak laki-laki yang bermata sipit ini dengan kesenangan.
"Sudah gue duga Lo pasti seneng kan?" lanjut laki-laki berkacamata ini sambil menggelengkan kepalanya.
"Oh jelas lah, siapa yang tidak suka pulang kesana Reval?" lanjut perempuan ini dengan tersenyum lebar.
"Gue" jawab Reval dengan datarnya.
Laki-laki bermata sipit ini terlihat menghela nafasnya, "oh bro 7 tahun bukan lah waktu yang sebentar buat Lo, tapi Lo masih terjebak diantara masa lalu Lo" ucap laki-laki ini dengan serius.
"Ngga akan ada yang bisa lupa dengan masa lalunya Ran" balas Reval dan dianggukan oleh Aran.
"Ya gue tau, Lo boleh lihat masa lalu Lo hanya untuk mengingat cerita Lo bukan mengulanginya lagi" jelas Aran sambil tersenyum.
"Iya, sore ini kita bakal pulang" kata Reval yang kembali fokus pada laptopnya.
"Dengan senang hati" balas Aran yang kembali fokus padahal pekerjaannya.
Tok
Tok
Kembali terdengar suara ketukan yang membuat dua orang ini menoleh kearah sumber suara, "biar gue aja" ucap Aran yang berdiri dari duduknya dan berjalan untuk membukakan pintu itu.
Sementara Reva masih fokus pada laptopnya dan Ara kembali masuk, "tuan Reval ada seorang perempuan yang ingin bertemu dengan anda" ucap Aran yang berdiri disamping Reval.
"Siapa?" tanya Reval yang menoleh kearah Aran.
"Entah, hayo Loooo, Lo apain anak gadis orang sampe dia dateng kesini" ledek Aran yang tengah mengerjai Reval.
Plak
Satu pukulan mendarat mulus di lengan Aran yang berasal dari reva, "dih gue ngga pernah ngapain-ngapain anak orang ya" balas Reval dengan ekspresi kesal.
KAMU SEDANG MEMBACA
CERITA KITA {DELSHEL} [End]
Teen FictionAdel seorang siswi di SMA yang terkenal dengan dingin, cuek, bahkan irit ngomong karena masa lalu membuat nya seperti ini. Tapi dia bisa menunjukkan sisi lain dalam dirinya saat dia bersama teman-temannya. Tapi ada yang lebih bisa membuka sisi lain...
![CERITA KITA {DELSHEL} [End]](https://img.wattpad.com/cover/357298410-64-k367115.jpg)