4🔞🔞🔞

1.9K 66 11
                                        

Tidak disarankan untuk yang homophobia....






Sesosok tubuh mulus yang tampak kelelahan, terlihat masih betah di dalam pelukan pria yang berada di sampingnya, walaupun efek hangat dari sang surya yang masuk dari jendela tanpa tirai itu sudah menguasi ruangan yang mereka tempati, keduanya tampak enggan untuk membuka mata.

Pria yang berada di pelukannya terlebih dulu mendapati kesadarannya, begitu matanya terbuka, dia langsung menelan ludahnya kasar melihat punggung terbuka yang putih dan halus terpampang di depan matanya. Pria itu tergoda, kemudian tanpa rasa bersalah mulai menyusuri punggung mulus itu menggunakan bibir dan lidahnya dari atas sampai bawah.

Serangan tersebut berhasil membuat si empunya punggung melenguh dan terpaksa membuka mata yang masih terkantuk-kantuk.

"Aah... Perth... Stophh... hh..." lenguh sang pemilik punggung.

"No, Saint. I like it... kau juga kan" balas Perth disela kegiatannya yang sekarang beralih memberikan sentuhan dan pijatan ringan pada beberapa bagian lain tubuh Saint.

Ada sesuatu yang mengganjal di dada Saint, hal itu membuat Saint jadi tidak terlalu menikmati gairah seksual yang seharusnya terasa menyenangkan.

Jadi tanpa sadar Saint mendorong bahu pria yang terus-terusan memberikan rangsangan-rangsangan hebat pada tubuhnya.

Seketika tatapan protes tersirat di wajah Perth, dia sudah kepalang tanggung, tapi kenapa tiba-tiba Saint menghentikan kegiatannya, pria cantik di depannya ini seakan tidak punya gairah sama sekali pagi ini. Padahal semalam mereka bercumbu dan bercinta sampai pria cantik itu mendesah keenakan dan meminta berkali-kali.

Perth memandangi wajah Saint dengan seksama.

Raut wajah cantik itu tampak sedih, matanya memerah dan nafasnya melambat.

"You okay?"

Saint tertunduk lesu, lalu menutup wajahnya dengan kedua telapan tangannya, kemudian terlihat bahunya bergetar hebat, tak lama isakan kecil terdengar.

"Hei..." Perth meraih jari-jari lentik milik Saint yang menutupi wajah cantik itu, lalu Perth membelai pipi halus itu dengan lembut.

"Maaf hiks aku hanya merindukan adik ku".

Perth tidak ingin egois, semalam dirinya sudah menggagahi Saint dengan brutal dan Saint melayani hasratnya dengan baik, jadi sekarang Perth mengalah, dia menahan hasratnya untuk melakukang morning sex.

Perth memberikan bahunya pada sang kekasih, kekasih yang tak bisa dimiliki, kekasih yang hanya bisa menemaninya di tempat tidur saja karena profesi Saint yang menghalangi untuk mereka bisa memiliki satu sama lain. Perth memeluk dan menggosok lembut punggung milik Saint, hal itu memberikan efek yang sangat nyaman dan menenangkan untuk Saint yang saat ini sedang di landa kerinduan yang mendalam terhadap sang adik.

"Bersabarlah... aku yakin, takdir pasti akan mempertemukan kalian lagi".

                  ******************************

Pagi itu mansion Zee kedatangan tamu yang tak pernah Nunew harapkan. Kebetulan yang sangat kebetulan karena yang membuka pintu adalah Nunew. Target utama sang tamu.

Nunew mematung, matanya membola dan detak jatung nya tiba-tiba berpacu dengan sangat keras.

"Ikut dengan ku sekarang, atau aku akan berteriak sangat keras dan bilang pada semua orang di rumah ini kalau kau adalah seorang penyusup" ancam sang tamu tanpa basa basi, yang ternyata itu adalah si bajingan Fluke.

Iya, Nunew tau orang yang tengah berdiri di depannya ini adalah Fluke.

Nunew juga sudah tau dari Saint, kalau pria berbadan pendek dan gempal ini tau semuanya tentang Nunew. Tentang penyamarannya. Nunew yang sebenarnya sangat cantik.

Two FaceCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang