Yang homophobia 🙏🙏...
Namping menceritakan dengan detail bagaimana Nunew bisa sampai di bawa oleh orang asing yang tak di kenal, dan dengan mudah bisa masuk begitu saja ke dalam rumah Zee.
Bukankah malam ini rumah Zee penuh dengan orang asing!
Waktu itu Nunew sedang duduk di tepi ranjang tempat tidur, sedangkan Namping, pergi ke walk in closet untuk mengambil handuk dan baju ganti untuk Nunew yang basah kuyup. Setelah beberapa menit, Namping kembali lagi ke tempat Nunew, namun seseorang sudah menggendong Nunew yang terlihat tidak sadarkan diri. Orang itu berlari sambil membawa Nunew di pundaknya dengan sangat cepat seperti orang yang sudah terlatih, Namping tidak sampai mengejarnya karena orang itu menghilang dengan sebuah mobil yang melesat dengan kecepatan tinggi.
Mendengar penjelasan dari kekasih adiknya itu, Zee mengepalkan tangan lalu memukul keras tembok yang ada di sampingnya, membuat Joss dan sang kekasih terlonjak kaget.
Zee mengeluarkan ponsel di saku celananya, terlihat menelpon seseorang.
"Halo! aku ingin kau menemukan mobil berplat nomor xxxx, 10 menit dari sekarang ku tunggu kabar darimu".
Mobil jeep jenis Hard Top, berplat nomer xxxx, Namping masih ingat plat mobil yang membawa Nunew.
Zee, Joss dan Namping menunggu kabar dari seseorang yang Zee telpon barusan, Mark namanya, dia bukan orang sembarangan, dia bawahan Zee, seseorang yang memahami dan memiliki keahlian dalam bidang teknologi informasi.
Namping meremas lembut tangan Joss yang tengah terduduk, Joss yang sedang kalut seketika tersenyum dan merasa lebih tenang setelah mendapatkan perlakuan seperti itu dari sang kekasih. Zee hanya tersenyum hampa melihat pada mereka yang selaras menguatkan satu sama lain dan memandang dirinya sendiri dengan miris.
Beberapa menit kemudian, ponsel Zee berdering dan tak sampai beberapa detik Zee langsung mengangkat telpon itu.
"Kau yakin, mobil itu berhenti di kawasan itu. Baiklah, ya, aku pernah ke sana sebelumnya. Oke, trimakasih".
Zee meninggalkan kedua pasangan itu di dalam ruangan kerjanya. Sebelum sampai di ambang pintu, Zee berkata "Tunggu di sini, akan ku hubungi kalian nanti" lalu Zee melesat dengan mobilnya, menuju ke tempat terakhir mobil berplat nomor xxxx itu membawa Nunew, sesuai informasi dari Mark.
"Tunggu aku sayang. Aku akan datang sebentar lagi" gumam Zee seperti doa untuk tetap membuatnya fokus menyetir.
********************
Di sofa panjang di ruang VVIP di dalam sebuah bar, seorang pria tampan tengah duduk anggun dan elegan, dengan punggung dan bahu yang tegak, kaki menyilang dan tangan terlipat di depan dada, sehingga nampak jelas pria tampan ini tipe pribadi yang profesional dan ambisius, menunjukkan zona kekuatan ingin memegang kendali dan mendominasi, auranya menyiratkan seseorang dengan tingkat kepercayaan diri yang sangat tinggi. Zee tentu saja, siapa lagi.
"Apa ini tuan muda?" Pria paruh baya yang memiliki lemak tingkat tinggi di seluruh tubuhnya ini nampak bingung dengan kedatangan tiba-tiba sang tamu dan menyodorkan amplop besar berwarna coklat di atas meja yang berada di tengah-tengah mereka.
"Aku akan menjadi investor di tempat ini, aku tidak akan mengambil alih tempat ini, aku juga tidak akan merubah atau melarang peraturan-peraturan dan kebiasaan-kebiasaan yang sudah berlaku di tempat ini, kau tetap pemilik sahnya dan penguasa tempat ini, hanya saja ada beberapa hal yang harus kau tanda tangani untuk mendukung berjalannya kerja sama kita"
"Apa yang anda inginkan sebenarnya tuan muda?"
Zee menantikan pertanyaan itu, sambil meneguk sedikit-sedikit minuman berwarna merah yang dari tadi setia menemaninya, kemudian Zee berkata dengan tenang "Tidak banyak, aku hanya ingin kau menandatangani dan menyetujui perjanjian di dalam kontrak ini"
KAMU SEDANG MEMBACA
Two Face
RomansaSaint menyembunyikan kecantikan adiknya yang bernama Nunew karena takut orang-orang akan memanfaatkan kecantikan adiknya dengan membuat adiknya juga sama akan terjerumus ke dalam kehidupan malam. Dengan merubah kecantikan Nunew menjadi hitam dari uj...
