Beberapa hari setelah kesalah pahaman antara Zee dan Nunew selesai, sekarang Zee jadi lebih super duper perhatian pada Nunew.
Zee tidak akan keluar rumah atau pergi sebelum melihat dan memastikan Nunew sudah makan sesuatu atau belum. Setelah memastikan dan melihat istrinya itu sudah makan, Zee baru akan tenang untuk pergi bekerja atau pergi kemanapun.
Nunew sudah dilarang mengerjakan semua tugas rumah.
Semua tugas rumah telah di tugaskan pada maid termasuk mengasuh Lian.
Tugas Nunew hanya makan, istirahat dan saat menginginkan sesuatu tinggal membuka mulut saja dan apapun benda atau makanan yang Nunew mau akan terkabul dalam waktu beberapa menit.
Dalam waktu beberapa bulan, tidak heran bentuk tubuh Nunew benar-benar berubah. Selain perutnya yang semakin membesar, tubuhnya juga ikut membesar. Apalagi di bagian kedua pipinya, Zee sangat suka menguyel-uyel pipi tembam sang istri yang ketika Zee melakukan hal itu pada pipinya selalu membuat wajah Nunew merengut lucu.
"Hia hentikan" Zee mencubit-cubit gemas pipi sang istri yang saat ini sedang duduk bersantai sambil rebahan di ruang keluarga.
"Sayang kau sangat menggemaskan, hia tidak tahan kalau sehari tidak cubit pipi Nhu".
"Nhu bukan bayi" jawab Nunew seraya mendorong bibir bawahnya sendiri ke depan untuk menunjukkan bahwa ia benar-benar kesal pada sang suami, hal itu malah terlihat menarik secara seksual dimata Zee.
"Meskipun udah mau punya anak dua, bagi hia Nhu selalu terlihat seperti bayi. Cup...." diakhir ucapannya Zee tanpa rasa bersalah mencuri satu ciuman dibibir tebal Nunew. Reflek hal itu membuat Nunew membelalakan mata karena takut ada yang melihat.
"Hia".
"Apa. Cup..." tanya Zee, yang malah kembali mendaratkan kecupan lagi dibibir Nunew dengan santainya tanpa takut diketahui siapapun.
"Hia hentikan".
"Cup.... tidak akan" Lagi. Zee tidak mendengarkan perkataan istrinya. Zee ingin kembali mendekati bibir tebal Nunew lagi namun kali ini Nunew berhasil mencegahnya dengan menempelkan telunjuk mungilnya yang kini berada di tengah-tengah di antara bibirnya dan bibir sang suami.
"Hia..."
"Apa? Kenapa?" Tanya Zee sambil memindahkan jari telunjuk mungil sang istri yang ada di bibirnya ke sembarang arah "Hia tidak melakukan kesalahan apapun sayang. Cup....." Zee mengelak dan berhasil menempelkan kembali bibirnya ke bibir sang istri. Dan Nunew yang sudah menyerah dengan suaminya yang begitu gigih akhirnya juga membalas kecupan Zee pada bibirnya.
Zee tersenyum penuh kemenangan. Zee tau kalau Nunew tidak akan pernah bisa menolak ciumannya.
Cukup lama bibir Zee dan Nunew saling menempel karena Zee dengan nakalnya menahan bibir tebal Nunew dengan cara menghisapnya.
Puk.. puk... puk.. Nunew memukul pelan kedua bahu Zee "hiahh..." sembari dengan susah payah melepaskan tautan bibirnya dari hisapan bibir suaminya.
Zee malah tersenyum-senyum melihat wajah kesal Nunew yang sangat menggemaskan.
Nunew berbisik sambil tengok kanan kiri "Hia, sekarang kita tidak sendirian lagi di dalam rumah, ada banyak maid" seraya meghapus jejak liur suaminya yang masih menempel dibibirnya.
"Hia menggaji mereka untuk bekerja sayang, bukan untuk menonton kegiatan yang kita lakukan" Zee menggantikan tangan Nunew dengan jempol besarnya untuk menghapus air liurnya yang masih tersisa di bibir tebal itu akibat ulahnya "Sudah cukup membicarakan orang lainnya. Sekarang, ayo kita kembali ke bisnis di dalam kamar kita".
KAMU SEDANG MEMBACA
Two Face
RomanceSaint menyembunyikan kecantikan adiknya yang bernama Nunew karena takut orang-orang akan memanfaatkan kecantikan adiknya dengan membuat adiknya juga sama akan terjerumus ke dalam kehidupan malam. Dengan merubah kecantikan Nunew menjadi hitam dari uj...
