5

916 56 8
                                        

HUUUAAAAAAAAAAHH! 🥱🥱🥱!

Itu adalah ke-15 kalinya dalam 15 menit pria mungil berkulit hitam itu menguap. Yap, itu Nunew, tengah duduk di atas kursi santai, yang berada di atas balkon lantai 3.

Mengayunkan kaki berulang-ulang, duduknya sedikit melorot, wajahnya menunjukkan kurangnya minat dan tampak kosong. Sesekali Nunew terdengar menghela nafas bosan.

Sudah hampir 3 jam ia hanya bisa memandangi sesosok manusia tampan di atas hamparan padang rumput hijau seluas mata memandang, yang berada di halaman belakang rumah besar milik Mr. Zee Pruk ini.

Zee dengan baju polo dan celana panjang, sepatu, sarung tangan dan topi yang sesuai, ikat pinggang dan kaca mata hitam. Memberikannya kesan kepercayaan diri dan ketenangan saat melakukan pukulan yang sangat penting. Memberikan tampilannya terlihat sangat berkelas, bonusnya postur tubuh slim-fit yang ramping.

Zee sedang bermain golf dengan tatapan fokus dan wajah serius, sedangkan yang menontonnya, permainan itu terasa sangat membosankan karena tidak paham akan olah raga ini. Siapa lagi kalau bukan Nunew.

Banyak orang merasa menonton seseorang yang sedang bermain golf adalah hal yang menenangkan dan menyenangkan karena suasanya yang tenang dan kecepatan bermainnya yang lambat, itu tidak berlaku untuk Nunew, hal itu terasa membosankan karena tidak mengerti dan ketidaktertarikannya dengan olahraga elit dan mahal ni.

"Hai New"

Nunew segera menegakkan posisi duduknya kemudian bangkit. Membeku sejenak, menatap dengan mata lebar dan alis terangkat.

"Hai" sahut Nunew sedikit kikuk. "Phi...Yuri?"

Jelas Nunew kaget karena gak ada hujan gak ada angin, wanita centil ini tiba-tiba menyapanya. Jangankan menyapa, saat gak sengaja bertatap muka saja Yuri selalu memasang tampang datar-datar saja seolah Nunew tidak ada. Ketempelan jin dari mana wanita ini sampai-sampai sudi menyapa Nunew.

"New, temani aku makan, yuk?" Ajak Yuri tanpa ba bi bu be bo, tak lupa menggunakan senyum palsu berusaha terlihat ramah, walaupun faktanya Yuri benar-benar tidak nyaman berada di dekat Nunew.

Nunew yang memang dasarnya polos, dan yang sekarang memang lagi gabut dan bosan tingkat dewa, spontan siap dengan tindakan yang Yuri inginkan.

"Bagus. Kalau begitu ayo berangkat" Yuri dengan perasaan menang merasa dirinya unggul tak tertandingi. Hanya mengelabui bocah polos tidak memerlukan banyak energi dan tenaga.

Yuri mengajak Nunew pergi makan ke sebuah restoran Korea yang menjual semua makanan khas Korea lengkap dengam minuman alkoholnya yaitu soju.

Yuri mengajak Nunew pergi makan ke sebuah restoran Korea yang menjual semua makanan khas Korea lengkap dengam minuman alkoholnya yaitu soju

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Two FaceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang