Nunew lupa kalau hari ini dia belum makan sedikitpun sedangkan ini sudah hampir jam 11 siang.
Kebiasaannya mengurangi makan membuatnya lupa untuk makan.
Nunew akan ingat makan ketika rasa pusing menghinggapi kepalanya. Tapi kali ini terasa berbeda, dahinya tiba-tiba berkeringat, jatungnya berdebar-debar, hawa dingin tiba-tiba menerpa seluruh tubuh bahkan bisa ia rasakan sampai menusuk tulangnya, tubuhnya gemetaran dan hanya untuk melangkahpun Nunew tidak kuat, tubuhnya seperti tidak memiliki tenaga sedikitpun, perut bagian bawahnya sangat sakit sampai akhirnya Nunew tidak kuat untuk menahan rasa sakit yang dialaminya iapun jatuh tidak sadarkan diri.
Lian, bocah yang dari tadi berlari-lari sambil memainkan helikopter mainan ditangannya terlihat panik juga ketakutan melihat mommy-nya tergeletak di lantai dengan mata tertutup, wajah pucat pasi, dan bibir yang memutih.
Lian segera berlari menuju ruangan kerja Zee. Bila dirumah sedang dalam keadaan bahaya, Zee pernah mengatakan pada Lian untuk menekan tombol khusus yang ada di meja kerjanya. Karena tombol itu akan langsung terhubung ke ponsel Zee dan Zee akan segera mengetahui dirumah ada sesuatu yang terjadi kalau tombol itu di tekan. Zee menyediakan tombol itu karena Lian belum bisa menggunakan ponsel.
Suatu hal yang di sebut keajaiban. Zee tiba dengan selamat sampai rumahnya. Bagaimana tidak, setelah menerima tombol tanda bahaya dari rumahnya, tanpa pikir panjang Zee membatalkan rapat penting yang sedang dia lakukan bersama staff-staff kanfornya. Zee langsung melesat ke area parkiran dan membawa mobilnya dengan kecepatan setara pembalap profesional sampai melanggar lalu lintas karena menerobos lampu merah. Beruntung dirinya tidak ditimpa kecelakaan dan lebih beruntungnya lagi sedang tidak ada polisi yang berpatroli.
Zee terkejut dan langsung meraih tubuh Nunew yang tergeletak di lantai. Sedangkan Lian hanya duduk sambil menangis di sisi Nunew.
"Lian ikuti daddy dari belakang na, daddy mau gendong mommy, kita pergi kerumah sakit" jelas Zee dengan panik. Bocah itu yang wajahnya sudah basah di penuhi air mata dan ingus akhirnya berdiri dan mengikuti daddy-nya dari belakang.
~
Dirumah sakit...
"Hamil?".
"Ya tuan, benar. Istri anda sekarang sedang hamil dan usia kandungannya memasuki 17 minggu".
Zee sangat senang mendengar Nunew hamil lagi, dia bahkan memeluk Lian sangat erat di dalam gendongannya.
"Saya tadi memeriksa keadaan tuan Nunew. Dan hasilnya sangat memprihatinkan. Dia kekurangan asupan makanan dan nutrisi. Kadar gula darah dan tensi darahnya juga sangat rendah. Karena hal inilah yang menyebabkan tuan Nunew jatuh pingsan".
Zee dibuat bingung oleh perkataan dokter. Bagaimana Nunew bisa kekurangan nutrisi sedangkan dia mampu membeli jenis makanan apapun di dunia ini. Perkataan dokter seolah-olah menyebutkan Nunew tidak pernah makan makanan yang bergizi.
"Saya tidak mengerti dok" wajah bingung Zee meminta penjelasan lebih lanjut dari sang dokter.
Dokter itu membuka kaca matanya lalu mulai menjelaskan "Sepertinya tuan Nunew tidak menjaga asupan makannya, seperti menunda makan terus menerus atau makan terlalu sedikit. Padahal saat hamil, asupan makanan sangat penting. Akibat hal itu, kadar gula darah tuan Nunew menjadi sangat rendah. Gula darah merupakan sumber energi utama bagi tubuh yang berasal dari makanan yang kita makan. Gula darah yang rendah dapat berdampak buruk pada kesehatan".
Sejenak dokter menjeda penjelasannya untuk mengatur nafasnya.
"Apalagi pada seseorang yang sedang hamil" dokter melanjutkan "Ibu hamil beresiko mengalami kekurangan nutrisi. Tolong ingatkan istri anda untuk makan tuan. Mungkin sebagian ibu hamil apalagi saat hamil muda pasti tidak berselera untuk makan karena rasa mual akibat perubahan hormon, tapi tetap usahakan untuk makan walaupun sedikit-sedikit".
KAMU SEDANG MEMBACA
Two Face
RomanceSaint menyembunyikan kecantikan adiknya yang bernama Nunew karena takut orang-orang akan memanfaatkan kecantikan adiknya dengan membuat adiknya juga sama akan terjerumus ke dalam kehidupan malam. Dengan merubah kecantikan Nunew menjadi hitam dari uj...
