10 🚫

1.2K 48 11
                                        

Sepasang bulu mata lentik yang sudah terlelap lebih dari 1 jam itu mulai bergerak-bergerak, tak lama, kedua matanya terbuka perlahan, berkedip-kedip pelan tampak lesu.

"Syukurlah, kau sudah sadar Nhu".

Sebuah suara berat terdengar jelas dan berhasil mengumpulkan kesadaran Nunew dengan cepat.

Nunew tidak menoleh untuk memastikan milik siapa suara barusan, karena dia tau kalau itu adalah suara Zee.

Zee tengah duduk dekat sekali dengannya, tepatnya Zee berada di sebelah ranjang tempat tidur Nunew.

"Kenapa tuan Zee mengikuti ku ke sini?" Tanya Nunew seraya memalingkan wajahnya ke samping, berlawanan arah dengan Zee yang sedari tadi tidak berpaling menatapnya.

Zee sangat hancur melihat sikap Nunew seperti ini.

"Nhu, hia tau hia salah karena hia tidak mengatakan kepada Nhu tentang perjodohan hia sama Yuri. Tapi percaya sama hia, hia tidak pernah mencintai Yuri, yang hia cintai di dunia ini hanya Nunew".

Ingin rasanya Nunew bilang, benarkah?, tapi gak ah, kan Nunew lagi ngambek, karena pria tampan itu sudah membohonginya.

"Hia tidak mengatakannya pada Nhu, karena Hia tidak mau percakapan tentang hia yang sudah di jodohkan merusak hari-hari kita yang kita lewati dengan begitu manis dan bahagia. Hia tidak mau merusak momen itu disaat kita sedang bersenang-senang, hia takut Nhu akan menjauhi hia lalu pergi meninggalkan hia" lanjut Zee lirih, siapapun dapat menggerakkan hati yang mendengarnya, semoga itu terjadi pada Nunew.

Zee sudah berusaha mengajak Nunew berbicara dan menjelaskan semuanya, namun Nunew hanya melirik dengan mata yang menyipit dan wajah yang judes, kesannya, harusnya saat ini wajah Nunew akan terlihat menakutkan, namun Zee menyadari sesuatu, Nunew sebenarnya hanya sedang berusaha menyembunyikan perasaannya.

Saat wajah Nunew seperti itu, Zee malah menganggapnya menggemaskan. Wajah imutnya sangat jelas sekali dibuat-buat seolah galak. Itu membuat Zee ingin tertawa namun hanya bisa dilakukan dalam hati.

"Lalu apa bedanya sekarang? Setelah aku tau tuan milik orang lain, aku... aku akan tetap pergi dari hidup tuan Zee kok" balas Nunew masih dengan menolak memandang wajah Zee, sebenarnya hati Nunew sangat sakit saat mengucapkan kata pergi, tapi mau bagaimana lagi, dia harus menghadapi kenyataan dan berusaha terlihat galak untuk membuat Zee yakin kalau saat ini Nunew benar-benar marah dan tidak ingin beretemu dengan Zee lagi, tapi sepertinya Nunew kurang pandai dalam ber-acting, jelas sekali Nunew saat ini kurang mendalami perannya.

Dengan Nunew yang pura-pura membuang muka dan memasang tampang judes, sehingga Nunew mengira Zee tidak peduli dan bodo amat. Padahal semua itu tidak luput dari pandangan Zee yang memiliki ketajaman melihat sangat fokus.

Sesekali, Zee menangkap Nunew diam-diam kedapatan tetap curi-curi pandang ke arah Zee. Hal itu menunjukkan Nunew akan berbicara menggunakan matanya. Zee yang peka, mata Nunew itu tidak bisa berbohong, sehingga dari situlah terlihat bahwa tampak sangat jelas perasaan diri Nunew yang sebenarnya, yang sebenarnya sangat mencintai Zee, dan tidak bisa marah pada Zee.

Nunew kembali melanjutkan acting-nya mencoba mendalami lagi perannya "Sudahlah, lebih baik tuan pulang saja, tidak seharusnya tuan Zee disini".

Sebenarnya Zee ingin tergelak, namun dia mengikuti sajalah permainan kucing nakal-nya ini, agar sesuai alur yang diharapkannya.

Bukan berarti Nunew tidak menghargai Zee saat berbicara, akan tetapi Nunew hanya malu untuk menatap secara dekat dengan pria yang sangat dicintainya ini. Nunew akan lemah kalau sudah menatap Zee, jadi dia berusaha keras menghindari tatapan mata pria tampan itu atau semuanya akan terbongkar.

Two FaceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang