19 🚫

841 50 14
                                        

Zee terbangun pada pukul 7 pagi. Kedua sudut bibirnya ditarik ke atas sehingga terlihat kerutan kerutan kecil sampai ke matanya, spontan matanya tertutup dan menghasilkan seulas senyuman, senyuman yang begitu tulus dari lubuk hatinya yang paling dalam, hal itu disebabkan oleh sesosok tubuh mungil dan lembut berparas bidadari yang berada di pelukannya saat ini.

Istri tercintanya, Nunew.

Punggung telanjang yang lembut dan putih bersih terawat milik si cantik menempel hangat di dada bidang dan kokoh miliknya.

Wangi shampo dari rambut bagian belakang istrinya yang terasa halus dan lembut saat di sentuh kulit mampu mengusik kewarasan jiwa Zee.

Saat memeluk Nunew dari belakang seperti sekarang ini, selalu mampu memberikan rasa senang, tenang dan bahagia bagi Zee.

Zee selalu ingin berada lebih dekat dan selalu ingin melindungi Nunew, istri tercintanya.

Zee ingin selalu melindungi orang yang sangat di cintainya ini, karena jauh dari lubuk hatinya yang paling dalam, dirinya membawa perintah utama untuk menjaga yang indah. Dan Nunew, istrinya itu adalah keindahan yang mampu melengkapi hidupnya dalam segala kekurangannya.

Pelukan Zee ini menunjukkan betapa berharganya seorang Nunew dalam hidupnya, dan dirinya ingin selalu memberikan rasa nyaman saat sang istri lelah.

Zee membalikkan tubuh Nunew sehingga wajah cantik yang hanya miliknya dan hanya untuknya itu kini menghadapnya.

Ngomong-ngomong soal lelah, yah, Nunew sekarang memang lelah, mungkin karena setelah semalaman memacu birahi dengan suaminya. Buktinya, apapun yang dilakukan Zee saat ini tidak sedikitpun membuatnya terbangun dari mimpinya. Dengkuran halus masih mengalun indah dari mulutnya, tidurnya tampak tenang dan damai.

Melihat istrinya seperti ini, bibir Zee tersenyum dan ekspresi matanya juga ikut tersenyum.

Seolah-olah pemandangan ini menghidupkan kembali peristiwa masa lalu, Zee mengingat kilas balik bagaimana dulu dirinya menyukai seorang manusia kecil serba hitam dari ujung kaki sampai unjung rambut yang ternyata dibaliknya adalah seorang bidadari.

Cinta Zee pada Nunew tak kenal rupa. Zee sudah tertarik pada Nunew jauh sebelum tau kalau sosok dibalik bubuk hitam di seluruh tubuh Nunew ternyata adalah sosok bidadari.

Sumpah demi apapun, Zee mencintai Nunew tanpa syarat.

Zee mencintai Nunew tanpa alasan, yang artinya, Zee mencintai istrinya itu dengan tulus tanpa mengharapkan balasan atau imbalan apapun.

Banyak cinta yang meski terucap tulus, namun memiliki udang di balik batu.

Banyak cinta yang terucap murni, namun dibalik itu memiliki kepentingan.

Zee tidak memikirkan apakah tindakan yang diberikannya akan menguntungkan bagi dirinya sendiri, Zee hanya mengikuti hatinya.

Hatinya menginginkan apa yang diinginkannya, yang menurutnya harus dilakukan, bahwa Zee mencintai Nunew tanpa menunggu tanggapan dari Nunew sendiri.

Zee selalu siap untuk membahagiakan seorang Nunew, menerimanya apa adanya, bahkan ketika Nunew tidak dapat di cintai karena fisiknya, orang-orang yang pernah melihat Nunew dulu pasti menilai dan memasukkannya kedalam kategori jelek.

Zee sampai heran pada dirinya sendiri, kenapa seleranya orang jelek dan hitam padahal Zee menganggap dirinya sendiri adalah pria yang sempurna, sudah kaya, tampan, dan juga punya kekuasaan, tentu bisa mendapatkan siapa saja yang ia mau, yang ia suka, dan yang ia inginkan.

Karena hal itu, Zee sadar cintanya pada Nunew itu sulit di prediksi, kapan cinta itu datang dan pada siapa cinta akan tumbuh. Dan Zee membenarkan, kalau cinta itu ternyata memang tidak mengenal usia, ras ataupun jenis kelamin, hatinya telah jatuh pada seorang pria kecil hitam bernama Nunew pada pandangan pertama.

Two FaceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang