Sebuah insiden mengharuskan kedua pasangan siswa dan siswi yang masih duduk di bangku SMA untuk menikah. Nayra masih tidak menyangka jika kejadian hari itu langsung membuat kehidupannya berubah 180 derajat.
Davian laki-laki asu yang membuat Nayra m...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
-
Satu bulan telah berlalu, keadaan Nayra sekarang jauh lebih baik. Hanya saja ada beberapa jarinya yang masih susah untuk digerakkan karena terkena luka sayatan.
Setelah menunggu hingga anaknya sembuh, Ervan akan menanyakan siapa laki-laki yang sudah menghamilinya. Selama ini dia tahan pertanyaan itu agar tidak membuat putrinya stress.
Dan sekarang, mereka semua berkumpul di kamar Nayra untuk mendengarkan kejadian sebenarnya.
"Jadi siapa nama anak itu?" tanya Ervan sambil menatap serius ke arah putrinya.
Nayra awalnya ragu untuk menjawab, tapi Laras menggenggam tangannya dan tersenyum seolah mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja.
"Da-davian..."
"Nama ayahnya?"
"Kalo nggak salah anaknya om Gerry."
Ervan langsung dengan cepat menghubungi orang suruhannya untuk mengetahui informasi lebih lengkap mengenai Davian dan keluarganya.
Tidak butuh waktu lama, hanya dalam beberapa menit Ervan bisa mengetahui semuanya tentang Davian.
Johan
Pak, saya sudah dapat semua informasi mengenai Davian.
Terimakasih han Kirim no rekening kamu
Baik pak, sama-sama No rek : 62882****
Cek
Terimakasih banyak bapak...
❤︎❤︎❤︎
Setelah mengetahui semua mengenai Davian, Ervan dan lainnya langsung tancap gas menuju kediaman laki-laki itu. Tentu dengan mengajak Nayra, awalnya dia menolak karena takut, tapi paksaan dari Ervan membuatnya terpaksa ikut.
Ting tong...
Ting tong...
Ryan menekan bel rumah Davian yang dari depan nampak megah.
Pintu tak kunjung terbuka, Ryan lalu menekan kembali bel nya dan kali ini terdengar suara dari dalam.
Ceklek!
Pintu terbuka menampilkan seorang wanita paruh baya yang jika dilihat dari penampilannya seperti asisten rumah tangga di rumah ini.
"Mohon maaf. Bapak, ibu lagi cari siapa ya?" tanya wanita itu dengan sopan.