CHAPTER 25
「 ✦ Confession ✦ 」
──── ୨୧ ────
-
Pagi itu, mentari bersinar lembut di atas balkon rumah Ervan. Nayra duduk di kursi rotan, memandangi langit yang cerah dengan pikiran melayang jauh. Angin semilir mengibaskan sedikit rambutnya, namun tak cukup untuk mengusir rasa gelisah yang terus menghantuinya selama berminggu-minggu.
Suara langkah cepat mendekat, diikuti panggilan nyaring.
"Kak!" suara Arion, adik tirinya yang sedang bersiap-siap berangkat sekolah, membuyarkan lamunan Nayra.
Nayra menoleh, melihat Arion berdiri dengan seragam putih abu-abunya yang rapi. Dasi yang sudah ia kenakan terlihat sedikit miring, dan tas selempang tergantung di bahunya. Ia tampak tergesa-gesa, namun tetap menyempatkan untuk mengganggu kakaknya.
"Daripada Lo bengong mikirin laki lo, mending bantuin gue," ucap Arion sambil menjatuhkan buku catatannya di meja kecil balkon.
Nayra mendengus kesal, tapi senyum kecil tak bisa ia tahan. "Yaudah, sini. Mau dibantuin apa?" tanyanya sambil menatap adiknya dengan tangan terlipat di dada.
Arion mengeluarkan selembar kertas penuh coretan warna-warni. "Ini, Kak. Gue disuruh hafalin tabel periodik buat minggu depan. Tolong cek kalau gue salah. Guru gue parah banget, ngasih tugas kayak gini di akhir semester," keluhnya.
Nayra mengambil kertas itu, melihat susunan tabel periodik yang dipenuhi tulisan tangan Arion. "Oke. Sebutkan dari golongan satu," perintahnya sambil menopang dagu, berusaha terlihat serius.
Arion berdiri tegak seperti sedang bersiap ujian langsung. "Hidrogen, Litium, Natrium, Kalium, Rubidium, Sesium, Fransium," jawabnya cepat.
"Bagus. Sekarang golongan dua."
"Berilium, Magnesium... eh, Kalsium? Terus apa ya..." Arion menggaruk kepalanya, wajahnya mulai bingung.
Nayra tertawa kecil, menggoda. "Duh. Baru golongan dua aja udah mentok. Sana hafalin lagi."
Arion memutar matanya. "Yaelah, Kak. Justru itu gue minta tolong Lo. Udah deh, cek hafalan gue nanti aja. Gue buru-buru, nanti telat masuk kelas lagi gara-gara lo."
"Enak aja gara-gara gue!"
Arion pergi ke sekolah dengan langkah tergesa-gesa, suara pintu depan yang menutup terdengar jelas. Nayra kembali duduk di kursi balkon, menikmati ketenangan pagi itu. Namun, tak lama, suara nyaring terdengar dari arah dapur.
"Nayra! Ayo turun, sarapan dulu!" panggil Laras, ibu tirinya, dengan nada hangat namun cukup keras agar terdengar.
"Iya, Tante! Nay turun!"
Nayra tersenyum kecil, menyadari betapa Laras selalu perhatian terhadapnya sejak ia tinggal di rumah ayahnya. Ia berdiri, meregangkan tubuhnya sejenak sebelum melangkah menuju dapur.
ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ
Di kamar rumah sakit yang tenang, Ratih duduk di samping ranjang Davian, menyuapi cucunya dengan penuh kasih sayang. Di meja kecil di samping tempat tidur, mangkuk berisi sup hangat dan segelas air mineral terlihat sudah hampir habis. Davian makan dengan perlahan, gerakan tangannya terbatas karena perban yang masih melilit beberapa bagian tubuhnya.
Sesekali, Ratih menyeka sudut bibir Davian dengan tisu, memastikan tidak ada noda makanan yang tersisa. Dia melakukannya dengan lembut, seperti memperlakukan anak kecil yang sedang sakit.
KAMU SEDANG MEMBACA
Still, I Choose You [ ON GOING ]
RomantikSebuah insiden mengharuskan kedua pasangan siswa dan siswi yang masih duduk di bangku SMA untuk menikah. Nayra masih tidak menyangka jika kejadian hari itu langsung membuat kehidupannya berubah 180 derajat. Davian laki-laki asu yang membuat Nayra m...
![Still, I Choose You [ ON GOING ]](https://img.wattpad.com/cover/368981105-64-k422260.jpg)