-CHAPTER 09-
(RINDU MAMA)
-
Pagi itu, Nayra sudah merasa pusing karena luka di kepalanya akibat perbuatan Davian. Namun, ia tetap memutuskan untuk pergi ke sekolah. Baginya, berada di rumah dan melihat Davian bersama Syera jauh lebih menyakitkan daripada menahan rasa sakit di kepalanya. Ia mengenakan seragamnya dengan perlahan, memastikan lukanya tidak semakin parah, lalu berangkat dengan langkah gontai.
Sesampainya di sekolah, teman-temannya, Emma, Celine, dan Elina, langsung menyadari perubahan pada dirinya. Wajah Nayra pucat, dan ada perban yang melilit kepalanya.
"Nay, kepala lo kenapa?" tanya Celine dengan suara rendah, takut perhatian murid lain akan tertuju pada mereka.
Emma mendekat, menatap Nayra dengan pandangan penuh khawatir. "Iya, Nay. Lo sakit? Kenapa nggak bilang sama kita?"
Elina menambahkan, "Lo makin kurus. Gue serius, Nay. Lo nggak apa-apa, kan?"
Nayra tersenyum tipis, berusaha menyembunyikan kesedihannya. "Gue nggak apa-apa kok. Cuma kejedot meja. Jangan khawatir."
Namun, teman-temannya tidak percaya begitu saja. Mereka terus memperhatikan Nayra dengan penuh rasa khawatir.
Saat pelajaran dimulai, Nayra mencoba fokus pada penjelasan guru di depan kelas. Tapi tiba-tiba, ia merasakan kram di perutnya. Rasa sakit itu datang begitu cepat dan tajam, membuat wajahnya berubah pucat. Ia menggigit bibirnya, berusaha menahan diri agar tidak mengeluarkan suara yang mencurigakan.
Celine yang duduk di sebelahnya langsung menyadari perubahan ekspresi Nayra. "Nay, lo kenapa?" bisiknya, wajahnya penuh kepanikan.
Nayra menggenggam tangan Celine, mencoba menahan rasa sakit sambil berbisik pelan, "Cel... Perut gue sakit, Cel... Anak gue gimana..."
Celine terkejut mendengar itu. Ia langsung memegang tangan Nayra lebih erat, berusaha menenangkannya.
"Ssst... Tenang, Nay. Napas pelan-pelan."
Emma dan Elina yang melihat situasi itu langsung ikut panik. Emma memberikan botol minum milik Nayra, sementara Elina melirik ke arah guru, berpikir untuk meminta bantuan.
"Nay, coba minum dulu. Anak lo pasti baik-baik aja, percaya sama gue." bisik Emma, mencoba menenangkan.
Namun, rasa sakit itu tidak kunjung reda. Nayra mulai gemetar, dan air mata menggenang di sudut matanya. "Cel... Kalau sampai ada apa-apa sama anak gue..." suaranya lirih, penuh kekhawatiran.
Celine langsung menatap Elina. "El, kasih tahu guru sekarang. Ini serius."
Elina mengangguk dan berdiri pelan, berjalan ke depan kelas untuk memberitahu guru. Ketika Elina bangkit dari tempat duduknya dengan niat untuk memberi tahu guru, Nayra langsung meraih tangannya.
"El, jangan. Jangan bilang ke guru."
Elina memandang Nayra dengan ragu, alisnya berkerut. "Tapi, Nay, perut Lo sakit tadi. Gue takut ini serius."
Nayra menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan dirinya. Rasa sakit di perutnya memang mulai mereda, meskipun masih terasa sedikit tidak nyaman.
"Gue udah mendingan, kok. Sumpah. Jangan bikin guru curiga."
Celine menatap Nayra dengan khawatir. "Lo yakin, Nay? Jangan maksain diri, deh. Kalau sampai ada apa-apa, kita nggak bakal maafin diri kita sendiri."
Nayra mencoba tersenyum meski lemah, meyakinkan mereka. "Gue serius, gue udah nggak apa-apa. Gue cuma butuh duduk tenang sebentar. Jangan bikin heboh, ya?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Still, I Choose You [ ON GOING ]
RomansaSebuah insiden mengharuskan kedua pasangan siswa dan siswi yang masih duduk di bangku SMA untuk menikah. Nayra masih tidak menyangka jika kejadian hari itu langsung membuat kehidupannya berubah 180 derajat. Davian laki-laki asu yang membuat Nayra m...
![Still, I Choose You [ ON GOING ]](https://img.wattpad.com/cover/368981105-64-k422260.jpg)