CHAPTER 28
「 ✦ DONUTS ✦ 」
──── ୨୧ ────
-
Beberapa hari berlalu dengan begitu cepat, hubungan antara Davian dan Nayra bisa dikatakan baik, bahkan sangat baik. Sejak kembali tinggal satu atap, mereka berdua saling membantu satu sama lain ketika butuh bantuan.
Davian tidak lagi melakukan kekerasan kepada Nayra. Sikapnya yang berubah perlahan membuat Nayra kembali mempercayai sepenuhnya pada Davian.
Di pagi yang cerah, Nayra awali dengan memasak sarapan untuk Davian. Semuanya dia lakukan sendiri, mulai dari menyiapkan bahan, memasak, menata piring semuanya ia lakukan sendiri bahkan saat dia tengah mengandung. Perutnya yang mulai membesar ia sembunyikan di balik kaos oversize yang dia kenakan.
Nayra melirik ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul 06.12, itu berarti dia harus membangunkan Davian di kamarnya sekarang atau dia akan terlambat ke kantor. la dengan cepat menyelesaikan acara masaknya, kemudian naik ke lantai atas menuju kamar Davian.
Saat tangannya hendak mengetuk pintu kamar kamar Davian, tak disangka Davian sudah membukanya terlebih dahulu membuat tangan Nayra yang sebelumnya terangkat kini ia turunkan kembali.
Tanpa Nayra duga, Davian sudah rapi dengan setelah jas berwarna hitam dan dasi yang melingkar di lehernya.
"Aku pikir kamu belum bangun tadi," ucapnya kikuk, sambil menundukkan kepalanya.
"Kan gue udah bilang, jangan naik-turun u Gue bisa bangun sendiri, Nayra," tuturnya dengan nada yang lembut.
Nayra mengangkat kepalanya, memberanikan diri untuk menatap Davian. "Kalau begitu, mulai besok aku nggak perlu naik ke atas lagi buat bangunin kamu?" Tanya Nayra.
"Iya. Udah sana turun, bentar lagi gue nyusul." Davian hendak kembali menutup pintu kamarnya, tapi ia urungkan karena menunggu sampai Nayra pergi terlebih dahulu.
ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ
Sambil menunggu Davian turun untuk sarapan, ia menyiapkan kotak makan yang akan dibawa oleh lelaki itu ke kantornya. Aroma parfum khas Davian yang menusuk indra penciumannya membuat ia menghentikan aktivitas nya kemudian menoleh ke belakang, dan benar saja Davian sudah ada di belakangnya.
"Kamu ngagetin aja, sana duduk. Makanannya udah aku siapin semuanya," ucap Nayra sambil memasukkan kotak makan Davian ke dalam tas kecil.
Davian memilih diam kemudian duduk di salah satu kursi lalu mengambil makanan untuknya sendiri. Selesai menyiapkan bekal Davian, Nayra duduk bergabung dengan Davian untuk sarapan.
Davian menyantap sarapannya dengan lahap, sesekali melirik ke arah Nayra. Setelah beberapa saat terdiam, ia akhirnya membuka suara. "Itu bunga di sana... buat siapa?" tanyanya.
Nayra menatap Davian sebentar sebelum melirik ke arah dua buket bunga mawar putih dan keranjang berisi bunga tabur yang dia letakkan di ujung meja makan.
"Itu buat mama aku, aku mau ke makam mama," jawabnya lalu lanjut menyantap sarapannya.
"Kapan?" Tanya Davian sekali lagi.
"Setelah ini, setelah kamu pergi ke kantor." Davian mengangguk pelan sebelum akhirnya berkata, "Kenapa nggak sekalian aja berangkat bareng gue?"
Wanita itu menatap ragu ke arah Davian, "Emang nggak apa-apa?" Tanya Nayra dengan hati-hati, keraguan jelas terdengar dari nadanya berbicara.
KAMU SEDANG MEMBACA
Still, I Choose You [ ON GOING ]
RomanceSebuah insiden mengharuskan kedua pasangan siswa dan siswi yang masih duduk di bangku SMA untuk menikah. Nayra masih tidak menyangka jika kejadian hari itu langsung membuat kehidupannya berubah 180 derajat. Davian laki-laki asu yang membuat Nayra m...
![Still, I Choose You [ ON GOING ]](https://img.wattpad.com/cover/368981105-64-k422260.jpg)