CHAPTER 17
「 ✦ Disappointed ✦ 」
──── ୨୧ ────
-
Pagi itu, Nayra sedang sibuk membersihkan ruang tamu. Dengan kain lap di tangan dan ember berisi air sabun di dekatnya, ia mengelap setiap permukaan meja dan rak dengan teliti. Udara pagi yang segar masuk dari jendela yang sedikit terbuka, membuat suasana rumah terasa lebih sejuk dan nyaman.
Davian sudah berangkat ke kantor ayahnya lebih awal, meninggalkan rumah dalam keadaan sunyi. Sekolah mereka juga sudah libur, tinggal menunggu pengumuman kelulusan. Karena itu, Nayra menghabiskan waktu dengan membersihkan rumah, sesuatu yang ia rasa cukup menyenangkan untuk mengalihkan pikiran.
Namun, suara ketukan pintu mendadak memecah konsentrasi Nayra. Ia berhenti mengelap meja dan menoleh ke arah pintu depan. Ketukan itu terdengar lagi, kali ini lebih keras dan mendesak.
"Siapa ya pagi-pagi begini?" gumam Nayra sambil meletakkan kain lap ke dalam ember dan mengelap tangannya yang sedikit basah.
Ia berjalan menuju pintu, membuka kunci, dan membukanya perlahan. Di depan pintu, berdiri seseorang yang sama sekali tidak ia duga.
Ternyata di depan pintu berdiri Laras dengan senyum lembut di wajahnya. Di sampingnya, Ian, menenteng sebuah kantong kertas besar.
"Tante Laras! Bang Ian!" Nayra langsung sumringah. Senyumnya mengembang lebar, dan tanpa ragu, ia mempersilakan mereka masuk.
Laras tertawa kecil melihat reaksi Nayra. "Hai, sayang. Maaf, ya, Tante datang mendadak. Soalnya Tante kangen banget sama kamu," ucap Laras sambil mengusap kepala Nayra dengan lembut.
"Dan gue yang harus repot bawain semua ini," celetuk Ian sambil mengangkat kantong kertas yang ia bawa.
"Ada makanan favorit Lo di dalem."
Nara tersenyum sambil menerima kantor kertas di yang diberikan Ian, "Terimakasih Tante, Abang. Ayo duduk dulu, kalian mau minum apa?"
"Gak usah repot-repot sayang, kamu duduk aja disini. Gimana hasil check up nya kemarin? Sehat?"
"Iya sehat kok Tante, kata dokter bayinya laki-laki, udah keliatan waktu USG kemarin," Ucap Nayra sambil tersenyum bahagia.
Mata Laras berbinar, wajahnya berseri-seri mendengar kabar itu. "Ya ampun, laki-laki! Wah, pasti ganteng nih kayak papanya."
Ian terkekeh kecil sambil menyandarkan diri di sofa. "Kayak papanya? Amit-amit deh. Davian nggak ganteng-ganteng amat perasaan."
Nayra memukul lengan Ian pelan sambil tertawa. "Ih apaan sih, Abang!"
Ian mengangkat bahu sambil tersenyum jahil.
Laras tertawa melihat interaksi keduanya, lalu mengalihkan pembicaraan.
"Oh iya, kapan kamu pengambilan rapor? Biar Tante yang ambil di sekolah kamu."
Nayra mengerutkan kening, mencoba mengingat jadwalnya. "Hmm, kayaknya minggu depan, Tante. Aku bakal cek lagi di grup kelas. Tapi gak apa-apa kok, aku bisa ambil sendiri."
Laras menggeleng dengan tegas. "Kamu kan lagi hamil, gak usah repot-repot. Biar Tante yang urus. Kamu istirahat aja di rumah."
Nayra tersenyum kecil, merasa bersyukur dengan perhatian Laras. "Makasih ya, Tante. Nanti aku kasih kabar soal jadwal pastinya."
"Iya, sayang. Jangan sungkan ya. Tante ini senang bantu kamu," ucap Laras sambil merapikan rambut Nayra dengan penuh kasih.
"Oh iya, tumben Arion nggak ikut?" Tanya Nayra.
KAMU SEDANG MEMBACA
Still, I Choose You [ ON GOING ]
RomansaSebuah insiden mengharuskan kedua pasangan siswa dan siswi yang masih duduk di bangku SMA untuk menikah. Nayra masih tidak menyangka jika kejadian hari itu langsung membuat kehidupannya berubah 180 derajat. Davian laki-laki asu yang membuat Nayra m...
![Still, I Choose You [ ON GOING ]](https://img.wattpad.com/cover/368981105-64-k422260.jpg)