CHAPTER 11
「 ✦ Strange feeling ✦ 」
──── ୨୧ ────
-
Sebelum tidur, Nayra memutuskan untuk memeriksa Davian yang masih terbaring di sofa ruang tamu. Meski tubuhnya sendiri sudah lelah, ia tetap merasa tak tenang meninggalkan Davian begitu saja di sana. Perlahan, ia berjalan mendekati sofa, menatap wajah Davian yang pucat dengan napasnya yang masih berat.
"Kak," panggil Nayra pelan, sembari menggoyang-goyangkan tubuh Davian dengan lembut.
"Pindah ke kamar aja, ya? Nanti kalau tidur di sini badan kamu makin sakit."
Davian membuka matanya perlahan, menatap Nayra dengan wajah lesu. "Gue males pindah," gumamnya pelan, suaranya serak.
Nayra menghela napas, berusaha sabar. "Kalau kamu tidur di sini, badan kamu bisa makin nggak enak, Kak. Di kamar kan lebih nyaman. Aku bantu, ya?"
"Nggak kuat jalan..."
Nayra mendekat, membantu Davian duduk perlahan. "Aku bantu jalan pelan-pelan. Nggak apa-apa, ayo."
Dengan susah payah, Nayra membantu Davian bangun dari sofa, memegangi tubuhnya agar tetap seimbang. Meski langkah mereka tertatih-tatih, Nayra tak berhenti memberinya semangat. Sesampainya di kamar, Nayra membimbing Davian untuk berbaring di tempat tidur, lalu menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
"Udah, sekarang kamu istirahat aja," ucap Nayra sambil merapikan selimut.
Davian menatap Nayra sekilas sebelum memejamkan mata. "Makasih," gumamnya pelan, nyaris tak terdengar.
Nayra hanya tersenyum kecil sebelum mematikan lampu kamar dan menutup pintu perlahan. Meski lelah, ada rasa lega karena setidaknya Davian bisa istirahat lebih nyaman.
ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ
Keesokan paginya, Nayra sudah siap dengan seragam sekolahnya. Sebelum pergi, ia memutuskan untuk memeriksa keadaan Davian di kamarnya. Dalam pikirannya, kondisi Davian pasti sudah membaik setelah istirahat semalaman.
Namun, saat membuka pintu kamar dan melihat Davian terbaring di tempat tidur, Nayra langsung menyadari ada yang salah. Tubuh Davian menggigil hebat meski berselimut tebal. Wajahnya semakin pucat, dan peluh dingin terlihat di dahinya.
"Kak!" Nayra buru-buru mendekati tempat tidur, menyentuh dahi Davian yang masih panas. "Kamu makin panas, Kak. Kamu nggak minum obat, ya?" tanyanya khawatir.
Davian membuka mata perlahan, tampak lemah. "Nggak... gue nggak sempet minum," jawabnya lirih.
Nayra menghela napas cemas. "Tunggu di sini, aku ambilin obat sama air hangat."
Ia segera berlari kecil ke dapur, mengambil segelas air hangat dan obat penurun demam. Setelah itu, Nayra kembali ke kamar Davian, membantu pria itu duduk untuk minum obatnya.
"Minum dulu, ya. Biar demamnya turun," ucap Nayra sambil menyodorkan obat ke tangan Davian.
Davian meminum obat dengan susah payah, lalu kembali berbaring. Melihat kondisi Davian yang belum membaik, Nayra memutuskan untuk mengambil cuti dari sekolah.
"Gue gak bisa ninggalin dia kayak gini, libur aja deh," gumam Nayra lebih kepada dirinya sendiri, sembari menyesuaikan selimut Davian.
Setelah memastikan Davian sedikit lebih nyaman, Nayra mengambil ponselnya dan menelepon salah satu temannya, Celine.
KAMU SEDANG MEMBACA
Still, I Choose You [ ON GOING ]
Storie d'AmoreSebuah insiden mengharuskan kedua pasangan siswa dan siswi yang masih duduk di bangku SMA untuk menikah. Nayra masih tidak menyangka jika kejadian hari itu langsung membuat kehidupannya berubah 180 derajat. Davian laki-laki asu yang membuat Nayra m...
![Still, I Choose You [ ON GOING ]](https://img.wattpad.com/cover/368981105-64-k422260.jpg)