• CHAPTER 20

2.2K 85 5
                                        

CHAPTER 20
「 ✦ Annoying  ✦ 」

──── ୨୧ ────

-

Pagi harinya, seorang tukang servis terlihat baru selesai memperbaiki AC di kamar Davian. Setelah membereskan peralatannya, tukang servis itu berdiri di depan pintu kamar, menunggu Davian yang sedang menghitung uang pembayaran.

"Terima kasih ya, Pak," ucap Davian sambil menyerahkan beberapa lembar uang kepada tukang servis.

"Sama-sama, Mas. Kalau ada masalah lagi, tinggal hubungi saya saja. Permisi," jawab tukang itu dengan ramah, lalu berjalan keluar rumah.

Saat tukang servis pergi, Nayra muncul di ujung koridor. Dia berjalan mendekat sambil membawa segelas air putih, matanya tertuju pada AC di kamar Davian yang kini berfungsi dengan baik.

"AC gue udah nyala," kata Davian sambil menyilangkan tangan di dada, ekspresinya penuh kemenangan.

"Gue nggak bakal tidur di kamar lo lagi."

Nayra tersenyum tipis, lalu menjawab dengan nada santai, "Oh, bagus deh. Lagian siapa juga yang mau tidur sama kamu."

Davian mendengus kecil, lalu melangkah masuk ke kamarnya untuk memeriksa sekali lagi hasil perbaikan AC. Puas melihat AC-nya kembali berfungsi dengan baik, ia pun duduk di tepi ranjang dan mulai memainkan ponselnya.

Sementara itu, Nayra memutuskan untuk turun ke bawah. Ia hendak mengambil sesuatu di dapur ketika tiba-tiba suara bel rumah berbunyi. Nayra segera berjalan ke pintu depan, lalu membukanya.

Di depan pintu, seorang wanita paruh baya berdiri dengan senyum ramah menghiasi wajahnya. Itu adalah Ratih, Oma Davian.

"Nayra sayang," sapanya lembut sambil merentangkan tangan untuk memeluk Nayra.

"Oma!" seru Nayra, terkejut namun senang melihat kedatangan Ratih. Ia membalas pelukan itu dengan hangat, merasa nyaman dengan perhatian yang diberikan.

Ratih melepaskan pelukan itu, lalu tangannya mengusap perut Nayra yang sudah agak buncit.

"Kamu apa kabar, sayang? Bayinya sehat?" tanya Ratih dengan lembut, pandangannya penuh kasih.

"Baik, Oma. Terima kasih sudah menanyakan. Bayinya juga sehat," jawab Nayra sambil tersenyum kecil.

"Oma sendiri gimana? Baik kan?"

Ratih mengangguk pelan. "Oma baik, sayang. Tapi Oma masih kepikiran kamu di sini. Kamu harus jaga kesehatan, jangan terlalu capek."

Nayra tersenyum, "Oma nggak usah khawatir, Nay baik-baik aja kok."

"Eh, ayo masuk Oma, Nay sampe lupa kita masih di depan pintu."

Nayra dan Oma Ratih lalu masuk, "Davian ada Oma disini ayo turun!" Teriak Nayra dengan suara agak keras.

"Kemana anak nakal itu jam segini? Masih tidur?" Tanya Oma sambil duduk di sofa. Sopir Ratih lalu ikut masuk sambil membawakan koper milik wanita tua itu.

"Ada di kamarnya, Oma. Mungkin lagi periksa AC-nya, soalnya kemarin malam habis rusak," jawab Nayra sambil ikut duduk di sofa.

"Oh iya, Oma mau Nay buatin minum?" tawar Nayra dengan ramah.

"Ah, nggak usah, sayang. Kamu duduk sini aja. Oma masih pengen ngobrol sama kamu," balas Ratih sambil tersenyum hangat.

Belum sempat mereka melanjutkan percakapan, terdengar suara langkah Davian yang menuruni tangga. Ia muncul dengan tampang masih sedikit berantakan, tapi langsung berhenti di tengah tangga ketika melihat sosok neneknya.

Still, I Choose You [ ON GOING ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang