Chapter 27
「✦ Living Together ✦」
── ୨୧ ──
-
Pagi ini, Davian masih berada di rumahnya. Meskipun dia sudah jauh lebih baik, Gerry meminta putranya itu untuk tetap di rumah daripada bekerja di kantor. Tapi hal itu justru membuat Davian bosan. Sehari-hari dia hanya bisa tidur, bermain ponsel, ataupun memberi makan kucingnya.
Davian sengaja tidak menghubungi atau mengirim pesan kepada Nayra. Ia berharap Nayra mengirim pesan padanya terlebih dahulu. Ternyata sampai detik ini dia menunggu, wanita itu sama sekali tidak mengirim satu pesan pun padanya.
Kesepian, mungkin itu yang dirasakan oleh Davian saat ini. Rasanya seperti ada yang hilang di dalam hidupnya. Rindu? Entahlah, untuk saat ini Davian masih tidak mau mengakui jika dirinya merindukan sosok Nayra disampingnya.
Tapi kali ini beda, ia tidak lagi bisa menahan diri. Davian memandang kontak yang ia beri nama Nayra yang ada di handphonenya selama beberapa detik—sebelum akhirnya menekan tombol telepon.
Beberapa detik kemudian, Davian mendengar suara wanita yang tak lain adalah istrinya. "Halo?" Suara Nayra terdengar dari handphonenya.
Davian membeku, jantungnya berdegup kencang tak seperti biasanya saat mendengar suara lembut itu. Mendadak dia lupa apa yang harus ia katakan pada Nayra.
"Davian? Ada apa?" Nayra bertanya, tapi lagi-lagi Davian masih terdiam.
"Yaudah kalo nggak ada apa-apa, aku matiin dulu—"
"T–tunggu!" Davian buru-buru menjawab saat tahu Nayra akan mematikan telepon nya.
Davian menenangkan dirinya sebentar, menarik nafas beberapa kali lalu menghembuskan nafasnya perlahan.
"Nay..."
"Iya?" Jawab Nayra, ia dengan sabar menunggu ucapan Davian selanjutnya.
"Pulang yuk, ke rumah kita."Davian berhenti sejenak, sebelum melanjutkan, "orang dulu bilang, kalo rumah yang nggak di tempati lama, nanti jadi angker," lanjutnya.
Terdengar suara Nayra sedang menahan tawa di sebrang sana, ekspresi Davian berubah heran. "Kenapa ketawa?" Tanya Davian penasaran.
"Ya kamu ada-ada aja, jaman udah moderen masih aja percaya begituan," katanya sambil tertawa pelan.
Tanpa sadar, bibir Davian melengkung ke atas mendengar tawa yang keluar dari bibir Nayra. "Gitu ya? Tapi, Lo masih mau pulang ke rumah kan? Si Kevin lagi mogok makan, mungkin dia mau makan kalo sama Lo." Tentu saja Davian berbohong—menjadikan kucingnya sebagai alasan agar Nayra mau pulang bersamanya.
"Oh iya? Nggak kamu bawa ke dokter? Siapa tahu dia sakit."
Davian menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, sekarang dia bingung harus menjawab apa. "Gini aja deh. Lo siap-siap sekarang, bentar lagi gue bakal kesana jemput lo. Gimana?"
"T-tapi, Dav aku—"
Sebelum Nayra menyelesaikan ucapannya, Davian sudah memutus sambungan telepon nya. Akhirnya dia merasa lega, beban yang selama ini menghantui pikirannya sekarang hilang. Sekarang, tugasnya adalah membawa Nayra pulang ke rumah yang mereka tempati dulu.
Inez—yang saat itu membaca buku sambil duduk di sofa terheran melihat putranya turun dari tangga dengan tergesa-gesa.
"Vian, mau kemana kamu pagi-pagi begini?" Tanya Inez sambil melepas kacamatanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Still, I Choose You [ ON GOING ]
RomantikSebuah insiden mengharuskan kedua pasangan siswa dan siswi yang masih duduk di bangku SMA untuk menikah. Nayra masih tidak menyangka jika kejadian hari itu langsung membuat kehidupannya berubah 180 derajat. Davian laki-laki asu yang membuat Nayra m...
![Still, I Choose You [ ON GOING ]](https://img.wattpad.com/cover/368981105-64-k422260.jpg)