• CHAPTER 30

1.7K 93 48
                                        

CHAPTER 30
「 ✦ Slander ✦ 」

──── ୨୧ ────

-

Sinar matahari menembus tirai ruang makan ketika Davian muncul dengan kemeja rapi dan jas hitam yang menggantung di lengannya. Di meja, Nayra menyiapkan sarapan seadanya, sambil sesekali memegangi pinggangnya yang mulai terasa pegal.

Davian mengambil tas kerjanya, lalu melirik Nayra yang sedang merapikan piring.
"Sekalian ikut gue. Kita ke rumah Papa dan Mama," ucapnya santai

Nayra terdiam. Tangannya spontan berhenti bergerak. "Sekarang?" tanyanya pelan, hampir berbisik. Ada sedikit kegelisahan di wajahnya—khawatir akan bertemu Inez, wanita yang selama ini membuatnya merasa tidak diterima.

"Iya. Yang lain udah pada ngumpul di sana," jawab Davian sambil merapikan kancing jasnya.

Nayra menelan ludah dengan gugup. "Aku… nggak mau kalau sekarang. Takut bikin suasana nggak nyaman," lirihnya, jelas mencoba menolak tanpa menyinggung.

Namun Davian hanya menghela napas, mendekat, kemudian meraih kunci mobil di atas meja. "Setelah pulang dari kantor gue langsung kesana, jadi gue nggak mau repot-repot jemput Lo."

Ucapan Davian membuat Nayra tidak bisa menolak, dia akhirnya mau untuk ikut Davian ke rumah orangtuanya. Nayra menarik napas panjang, mencoba menenangkan diri.

"Yaudah kalau begitu, aku mau ambil tas dulu."


⋆。‧˚ʚ🍒ɞ˚‧。⋆

Sesampainya di kediaman orang tua Davian, halaman sudah ramai dengan suara anak-anak kecil yang berlarian. Davian memarkirkan mobilnya di teras rumah yang juga banyak berjejeran mobil keluarganya disana.

Ia turun terlebih dahulu, kemudian membukakan pintu untuk Nayra tanpa berkata apapun. Dengan langkah pelan, Nayra melangkah keluar dari mobil sambil memegang tas kecil di tangannya.

Anak-anak yang tak lain adalah keponakan Davian, berlari menuju Davian. Salah satu gadis kecil berambut keriting langsung digendong oleh Davian.

"Om! Noah juga mau gendong!" Salah satu anak laki-laki melompat-lompat ke arah Davian.

Entah mengapa melihat Davian berinteraksi dengan anak kecil membuat hati Nayra menghangat, membayangkan suatu hari Davian bisa memperlakukan anak mereka seperti ini.

"Uncle? Kakak ini siapa?" tanya Axel dengan penasaran, melihat Nayra dari atas sampai bawah.

Nayra menunduk sedikit, tersenyum ramah ke arah anak laki-laki bertubuh mungil itu.
"Mau kenalan dulu nggak?" ujarnya lembut. "Nama kakak, Nayra. Kalau kamu, namanya siapa?"

Axel terlihat ragu sekejap, lalu melirik ke Davian seolah meminta izin. Setelah Davian mengangguk ringan, ia maju selangkah.

"Axel," jawabnya malu-malu, namun matanya berbinar penasaran.
Nayra tertawa kecil, gemas melihat tingkahnya. "Axel sekarang murnya berapa?"

"Enam tahun!" serunya bangga, mengangkat enam jarinya tinggi-tinggi.

Elara yang awalnya berada di gendongan Davian langsung minta di turunkan, begitu juga dengan Noah. Mereka mendekat ke arah Nayra seolah ingin mengenal wanita itu lebih dekat.

"Jadi, kita teman sekarang?" Nayra tersenyum kecil sambil menyodorkan tangannya.
Tanpa ragu, ketiga anak itu menepuk tangannya satu per satu, wajah mereka berbinar.

"We're friends!" teriak mereka bersamaan, membuat Nayra ikut tertawa.

Ratih muncul dari arah teras dengan wajah cerah. Begitu melihat Davian dan Nayra berdiri di depan pintu, wanita itu tampak terkejut sekaligus senang.

Still, I Choose You [ ON GOING ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang