CHAPTER 15
「 ✦ Threat ✦ 」
──── ୨୧ ────
-
Pagi itu, suasana di koridor sekolah ramai seperti biasa. Davian berjalan dengan langkah tenang, meskipun ada kilatan dingin di matanya. Ia baru saja melewati pintu kelas ketika suara langkah cepat terdengar dari belakang.
"Davian!" panggil Syera dengan nada penuh harap.
Davian menghentikan langkahnya tanpa berbalik, tubuhnya kaku seperti mempersiapkan diri untuk sesuatu yang tidak diinginkan. Syera segera mendekat, menghalangi jalannya. Wajahnya penuh rasa bersalah, tapi ia tetap mencoba tersenyum.
"Davian, aku mau jelasin semuanya tentang kemarin," ucapnya buru-buru, suaranya terdengar bergetar.
Davian menatapnya, mata tajamnya dipenuhi kebencian yang tak tersamarkan.
"Jelasin apa?" tanyanya dingin.
Syera mencoba meraih tangan Davian, namun ia dengan cepat menarik tangannya menjauh, membuat Syera terkejut. Tatapan jijik di wajah Davian membuat Syera terpaku.
"Jangan sentuh gue," ucapnya dengan suara rendah tapi menusuk.
"Gue nggak mau tangan gue kotor karena cewek kayak lo."
Syera terisak, mencoba mendekat lagi. "Davian, aku... aku nggak sengaja. Aku khilaf. Aku nggak tau gimana cara ngomong ke kamu, aku—"
"Khilaf?" Davian memotongnya, nadanya penuh sinisme. Ia mendekatkan wajahnya ke Syera, membuat gadis itu mundur setengah langkah.
"Lo khilaf atau emang cuma cari alasan? Jangan kasih gue omong kosong, Sye. Gue udah lihat semuanya dengan mata kepala gue sendiri."
Syera menangis, suaranya semakin pelan. "Aku sayang sama kamu, Dav. Aku nggak mau kehilangan kamu."
Davian tertawa kecil, tapi tanpa sedikit pun rasa humor. "Sayang? Kalau sayang, lo nggak bakal ngelakuin itu. Lo pikir gue bakal lupa gitu aja? Lo pikir gue bakal percaya lagi sama lo?"
Syera mencoba berbicara lagi, tapi Davian sudah kehilangan kesabarannya. Ia melewati Syera tanpa melihat ke belakang. Sebelum benar-benar pergi, ia berhenti sejenak dan berbalik.
"Lo udah dapet apa yang lo mau, kan? Gue harap itu cukup buat lo, karena gue nggak bakal ngasih apapun lagi buat lo," ucapnya dengan dingin sebelum berjalan pergi, meninggalkan Syera yang menangis tersedu-sedu di koridor.
Di sisi lain, Nayra berdiri bersama teman-temannya—Celine, Elina, dan Emma—di balik tembok yang tidak jauh dari tempat kejadian. Mereka saling berbisik sambil mencuri pandang ke arah Davian dan Syera.
"Eh, liat deh, itu Davian sama Syera, kan?" bisik Emma, matanya berbinar dengan rasa ingin tahu.
"Iya, kayaknya mereka lagi berantem," tambah Elina, mencoba menebak situasi.
Celine menyikut Nayra pelan. "Nay, mereka kenapa?"
Nayra tersentak sedikit mendengar ucapan Celine. Ia mencoba bersikap biasa meskipun dalam hatinya bercampur aduk.
"Kurang tau, sih," jawab Nayra pelan sambil memandang Davian yang terlihat penuh amarah.
"Tapi... kayaknya hubungan mereka lagi nggak baik-baik aja."
Emma mengerutkan kening, penasaran. "Apa Davian udah tau kalo Syera ketemu sama cowok lain waktu itu ya?"
Nayra hanya mengangkat bahu. Ia tahu lebih dari apa yang terlihat, tapi memilih tidak berbicara banyak. Baginya, ini bukan urusan yang perlu ia ceritakan, apalagi kepada teman-temannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Still, I Choose You [ ON GOING ]
RomanceSebuah insiden mengharuskan kedua pasangan siswa dan siswi yang masih duduk di bangku SMA untuk menikah. Nayra masih tidak menyangka jika kejadian hari itu langsung membuat kehidupannya berubah 180 derajat. Davian laki-laki asu yang membuat Nayra m...
![Still, I Choose You [ ON GOING ]](https://img.wattpad.com/cover/368981105-64-k422260.jpg)