"Seseorang? Siapa? Apakah aku?" Ia mulai terlalu percaya diri.
"Ew, tidak ya." Matanya mulai menggodaku, aku mendecak, "Ah sudahlah. Lupakan." Lanjutku. Corey tertawa, "Okay." Ia menahan tawanya, i just rolled my eyes. "Oh ya, bagaimana dengan pesta ulang tahun sekolah? Kau ikut?" Tanyanya.
"Mm, tidak."
"Huh? Kau tak ikut?" Aku mengangguk.
"Mengapa?"
"Aku tidak suka pesta, tidak suka keramaian." Corey mengangguk.
"Baiklah, jika kau tidak ikut, aku juga tak ikut." Ia tersenyum kuda. Aku mengerutkan kedua alisku, "Loh? Kau kan panitianya? Mana boleh mengundurkan diri seenak maumu saja." Ocehku. Matanya memperhatikanku, "Ok, Evellyn, mari ku jelaskan. Aku hanyalah seorang pengganti panitia, jika salah satu panitia tidak hadir. Paham?" Ia menekan 'pengganti panitia'.
"Permisi, ini minumannya." Ucap sang pelayan, meletekannya dimeja kami. "Terima kasih." Ucapku dan Corey. Pelayan itupun pergi, kembali ketempatnya. Aku menyeruput hot chocolate ku perlahan, lalu aku meletakannya kembali kemeja.
Aku melihat jam diponselku, 09:12 pm. 'Ia sudah mengecewakanku, lagi.' Batinku, sedikit sesak ya (?).
"Mengapa? Kau masih mengharapkan jika seseorang yang kau tunggu itu datang?" Tanya Corey. Aku mengangguk, "Aku harap ia telat hanya karna menjaga adiknya atau kemacetan dijalan." Wajahku terlihat sangat kecewa dengannya.
"Jika menjaga adiknya mungkin saja iya, namun jika kemacetan dijalan, itu tak masuk akal, Eve." Ucap Corey. "Benar juga sih." Aku melihat kearah pintu masuk, tetapi dari tadi tak ada yang masuk.
Hatiku sudah tak ingin marah lagi dengannya, aku masih ingin bermaafan dengannya dan kembali seperti dulu. Tak ada pertengkaran hebat seperti ini. Tapi, dia juga yang memulainya.
"Sudahlah. Dia pria pengecut jika ia sampai tidak datang kesini, Eve." Celetuk Corey.
"Jangan pernah kau katakan ia adalah seorang pengecut." Wajahku mendatar, menatapnya.
"Apa? Kau bilang jangan mengatakannya pengecut? Ayolah, jaman sekarang banyak sekali pria pengecut yang hanya ingin memainkan perasaan perempuan saja, Eve. Dia termasuk dari kelompok itu." Jelasnya. Ucapan Corey memang benar, tapi, sudahlah. Aku tak ingin memikirkannya.
1 hours ago ..
"Tolong kasihkan ini, kau masih ingat aku bukan? Aku perempuan yang biasa kesini dengan lelaki berambut sedikit panjang." Ucapku, pelayan itu mengangguk. "Jangan pernah kau membaca surat itu, paham?" Ia mengangguk lagi. Aku pun begitu, "Ok, makasih."
-
"Ayuk, ku antar kau pulang."
"Tidak, nanti kau pulang terlalu malam lagi."
"Tenang saja, aku bisa menginap dirumah pamanku kok."
"Baiklah." Kami berdua keluar dan memasuki mobil Corey.
**
Hayes P.o.V
07:23 pm.
"Cepatlah, aku ingin ke tojlet sekarang." Sky merengek ingin cepat pulang kami baru saja sampai didepan rumah sakit. Dengan cepat, aku membukakan safetybelt nya. Ia langsung berlari sekencang yang ia bisa.
"Dasar." Aku terkekeh melihatnya. Aku langsung keluar dan mengunci pintu mobilku. Disaat aku membuka pintu dan menuju ruang dapur dan makan, "Hai, Hayes." Suara perempuan memanggilku.
"Katt?" Ia mengangguk. "Seharusnya kau bilang dulu jika kau ingin kesini, Katt." Aku menarik kursi meja makanku dan duduk di sampingnya. "Tak apa." Ia tersenyum.
KAMU SEDANG MEMBACA
last chance [DISCONTINUE]
फैनफिक्शन❝sorry all this time I never realized. i'm sorry, for what we fight amid a short time? i'm sorry, so can you give me a last chance?❞ Prequel : Stuck In Friendzone Copyright © 2015
![last chance [DISCONTINUE]](https://img.wattpad.com/cover/37053511-64-k710405.jpg)