"ngapain lo malem-malem ada disini?" tanya argeo dengan sedikit tersulut emosi
Claretaa menatap kedua manik mata tersebut dengan sendu, dirinya tidak sanggup mengingat kembali apa yang sudah terjadi sebelumnya.
"jawab."
"gue lupa arah jalan pulang, tas gue baru aja di jambret." bohong clareta
"really?"
"yeah."
"rayen,anterin ni cewe pulang." perintah argeo kepada sahabatnya yang sedari tadi hanya berdiri di sampingnya.
"jadi lo ngapain? kenapa gak lo aja?"
"gak usah, gue bisa sendiri! gue gak mau ngerepotin kalian." dengan cepat claretaa bangkit dari aspal "shh.. aw!" ringis claretaa hingga jatuh lagi di tempat yang sama.
"keseleo? siku lo berd4rah, pipi lo juga leb-"
"iya iya,ar! gue tau"
sekarang bukanlah argeo yang menahan emosi melainkan clareta a, dirinya terlalu pusing sekarang pikirannya penuh dengan masalah yang selama ini harus ia pendam dalam-dalam.
"gue gak tau mau kemana malem ini" seraya menunduk
"fan, mending lo bawa claretaa kerumah lo. dia aja gak tau jalan pulang rumahnya, apa lagi kita." saran Rayen yang merasa iba pada gadis di depannya.
Argeo bingung dengan pilihan ini, apakah ia akan membawa claretaa pulang? seribu pertanyaan akan diberikan mamahnya, atau claretaa akan ia tinggalkan sendiri? agh argeo tidak tega meninggalkan seorang gadis apa lagi kondisinya masih buruk seperti ini.
"gimana kalo claretaa kita bawa ke basecamp?" saran argeo yang langsung ditolak oleh Rayen.
"gila lo! disana cowo semua, ar!" ucapnya dengan nada tinggi "udah paling bener bawa kerumah lo malem ini" lanjutnya.
didalam hati, argeo ingin sekali menendang pria yang berstatus sahabatnya tersebut, mengapa harus dia? mengapa tidak Rayen saja?
"gak usah mikir aneh-aneh! gak mungkin devi gue bawa kerumah gue, nyokap gue lagi gak ada dirumah." seolah mengerti perasaan argeo
"udah deh! kalo kalian memang gak bisa bantuin gue yaudah! gue gak maksa" tangis claretaa pecah, ia tak kuasa menahan air mata yang sedari tadi membendung
"Cla, naik ke motor gue." ucap Argeo yang beranjak kearah motornya.
"gue duluan." Rayen yang sudah siap dengan kendaraan melaju meninggalkan dua sejoli tersebut.
"tunggu apa lagi? ayok"
"bentar" usaha claretaa hanyalah sia-sia, beberapa kali ia mencoba berdiri tapi terjatuh lagi, sepertinya kakinya memang benar-benar keseleo.
"agh!"argeo mendesah pelan dikala melihat claretaa yang sedari tadi terjatuh "lo benar-benar gak bisa berdiri?"
"maaf, ini bukan maksud gue. gue juga gatau kalo-"
grebb!
tanpa basa-basi argeo menggendong claretaa ala bridal-style.
"untuk pertama kalinya gue gendong cewe" ucap Argeo didalam hati, seraya beranjak ke arah motornya
"ini beneran gue di gendong argeo? andai aja lea ngeliat ini semua, bisa-bisa mati gue kalo sampe rumah" ucap claretaa didalam hati.
kini claretaa sudah duduk di motor argeo. ia sengaja tidak bersikap seolah tidak terjadi apa-apa takutnya jika argeo mengira yang tidak-tidak tentang perasaan devi terhadapnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect love (END)
RomancePRAKK! "anak gak tau di untung!" "jauh-jauh! saya gak mau lihat muka kamu" "ayah.." "jangan panggil saya ayah! lihat, gara-gara kamu putri saya luka begini!" "tapi itu bukan salah claretaa, ayah.." ucap seorang gadis yang terhempas di lantai akibat...
