ting!
rayen:
mlm ini kta brtiga kermh aza, ad yg mau di blng tentang kejadian sungai kmrn.
you:
jam 8?
rayen:
👍🏻
"siapa ge?" tanya claretaa, tampaknya gadis itu belum selesai dengan kegiatan nyemilnya
"jam 8 kamu free?"
Claretaa mengangguk "iya, kenapa?"
"kita kerumah aza"
--
"kalian teman-temannya nona aza?" tanya salah satu satpam yang berdiri di gerbang bagian dalam
"iya, kita temannya dan juga udah ada janji" jawab rayen dengan cara formalnya
"baik, silahkan masuk"
satpam tersebut membuka gerbang untuk mereka bertiga lewat, entah mengapa claretaa merasa kurang nyaman bila mendengar seseorang berbicara terlalu formal, secara kan claretaa jarang sekali berbicara menggunakan bahasa baku.
mereka bertiga duduk di sofa tengah ruangan tersebut, tak lama datang seorang wanita berkisar umur tiga puluhan, terlihat wanita itu mengenakan seragam pelayan.
"permisi. nona aza memanggil kalian untuk ke kamarnya, mari saya antar"
rayen melirik argeo,argeo juga melirik rayen, sedangkan claretaa melirik mereka berdua kepalanya ia dongakkan ke atas karena memang memandang wajah mereka harus seperti itu, secara mereka memang cowok jakung.
"tak terkecuali kami yang lelaki?"
"iya, mari"
ketiga orang itu melangkah melewati tangga, rumah ini mempunyai aura yang sangat suram, bahkan lukisan-lukisan orang yang bahkan tidak mereka ketahui sama sekali, namun sepertinya itu lukisan bersejarah.
sejak pertama kali mereka kesini memang kelihatannya penghuni rumah ini mempunyai sikap yang serius dan tak main-main, lihat saja foto lukisan yang diyakini dari bebuyutannya aza itu mempunya wajah yang sangat seram, lukisannya pun tak ada yang tersenyum.
maka dari itu mereka sempat dibuat heran dengan sifat aza yang melenceng sendiri dari segi keturunan, gadis itu tampaknya semua selalu dibawa bercanda.
"silahkan, saya pamit dulu"
ceklek!
belum sempat rayen mengetuk, pintu berwarna hitam terbuka, menampakkan seorang gadis yang sedang meminum susu kotak rasa strawberry.
"wellcome,friends." sapa aza dengan senyuman lebarnya
"sesuai apa yang gue bilang sama rayen kemarin, gue mau kasih tau tentang kejadian di sungai waktu itu" ucap aza menatap satu persatu teman-teman nya yang juga menatapnya.
"benda yang mau kita lihat ada didalem, jadi ayok silahkan masuk"
"ah, iya" jawab claretaa, entah kenapa ia masih merasa canggung dengan kediaman aza ini
Claretaa mulai melangkah masuk kedalam ruangan tersebut, kesan yang pertama ia lihat dari kamar ini cukup unik, seperti hawanya beda. tentu saja, rumah besar itu lebih dominan berwarna hitam dan emas, mana banyak hiasan dinding yang menyeramkan lagi.
namun rupanya kamar aza berbeda, ruangan luas ini bercat berwarna biru langit dan banyaknya boneka-boneka kelinci, tak ketinggalan juga bingkai yang berisikan foto gadis itu dan seorang lelaki yang diyakini itulah daddynya.
aza berjalan ke arah komputer yang ada diujung ruangan diikuti ketiga temannya, dirinya sudah tidak sabar lagi memberi tahu fakta yang ia dapati setelah sepulang sekolah tadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect love (END)
RomancePRAKK! "anak gak tau di untung!" "jauh-jauh! saya gak mau lihat muka kamu" "ayah.." "jangan panggil saya ayah! lihat, gara-gara kamu putri saya luka begini!" "tapi itu bukan salah claretaa, ayah.." ucap seorang gadis yang terhempas di lantai akibat...
