ATTENTION ⚠️
ada adegan kekerasan yang tidak patut ditiru!
dimohon bijak dalam membaca🙏
"Ar dipikir-pikir bunda kuat juga ya? dia lebih pentingin kebahagiaan sahabatnya. bunda rela gak dapet cintanya biar sahabatnya bahagia." ujar claretaa tersenyum simpul sambil menyenderkan bahunya di kursi.
"iya. bunda lo kuat, kaya anak gadisnya." ujar argeo tersenyum hingga membuat claretaa yang ada disebelahnya kini menoleh ke arah argeo
"tapi gue juga berterimakasih banget sama lo,ar."
"buat?"
"lo baik, lo orang kedua yang bisa dengerin curhatan dan keluh kesah gue setelah bunda, bahkan lo juga udah beberapa kali tolongin gue dari apapun yang menurut lo bahaya dan paling kocaknya lagi lo selalu antar jemput gue tapi gue sendiri gak pernah kasih lo uang" kata claretaa yang merasa tidak enak.
"lo pikir gue supir? yang tukang antar jemput dan wajib dibayar?"argeo kini tengah salah paham.
"gak gitu juga ar,lo anter jemput gue itu pake uang lho belum lagi lo sebelum gue punya uang lo selalu bayarin makanan gue dikantin." ucap claretaa meluruskan pikiran pria yang ada disampingnya
"apa salahnya? gue punya uang, dan manfaat uang itu ya buat bantuin lo juga." jawab argeo
"gak bisa gitu ar,untuk habisin uang sih memang enak, tapi pas kita nyari uang itu susah." prinsip claretaa.
"siapa bilang susah? gue tinggal bilang 'pah, saldo ATM geo udah tinggal dikit.' yaudah semua selesai, ntar dateng lagi tu duit." santay argeo
"segitu mudahnya lo minta uang? memangnya lo gak kasihan sama orang tua lo?" bingung claretaa
"ya kan mereka punya uang, apa salahnya dibagi sama anaknya?"
"iya si, lo kan anak semata wayangnya. tapi lo memang gak mau punya adek lagi emangnya?" tanya claretaa
"gue gak suka punya adek." ucap argeo memutar bola mata malas
"kenapa kan lucu, apa lagi pas masih kecil. jadi unyu-unyu gitu."claretaa tersenyum riang mengingat bahwa dia sangat senang ketika melihat anak kecil.
"berarti lo suka bayi?"
"iyalah"
"yaudah, gue bakalan punya bayi." kata argeo sambil tersenyum melirik claretaa
"beneran? lo bakal minta sama nyokap lo berarti." ucap claretaa dengan semangat
"bukan dari nyokap gue."
"terus?"
"dari lo, ayo kita buat!" argeo tersenyum jail tidak lupa ia pun mengedipkan sebelah matanya.
blush!
sungguh ucapan argeo yang baru saja ia keluarkan kini berhasil membuat pipi gadis di sampingnya ini menjadi merah merona, pria tampan itu yang melihat wajah claretaa sekarang pun ikut salah tingkah saat melihat claretaa yang kini menatapnya dengan tatapan terkejut.
"ih! lo jail banget si!" kalimat yang beriringan tercubitnya pinggang argeo.
"aduh! aduh! kok lo malah cubit gue sih?!" tanya argeo seraya menahan rasa sakit di pinggangnya.
"abisnya lo kalo ngomong selalu aja tertuju disitu, gue gak suka!" bentak claretaa
"gak suka kok salting?!" sekali lagi argeo mengedipkan sebelah mata kanannya.
"lama-lama mata lo gue colek juga ya! gak usah kedip-kedip gitu!" peringat claretaa
"jangan larang hobi gue buat goda lo cla" ujar pria itu dengan senyuman jailnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect love (END)
RomancePRAKK! "anak gak tau di untung!" "jauh-jauh! saya gak mau lihat muka kamu" "ayah.." "jangan panggil saya ayah! lihat, gara-gara kamu putri saya luka begini!" "tapi itu bukan salah claretaa, ayah.." ucap seorang gadis yang terhempas di lantai akibat...
