"apa rencana lo selanjutnya?"
"gue mau buat temen-temen dia menjauh, sama ngasih pelajaran juga sih."
"not fair!" sahut lawan bicaranya
(gak adil!)
"why?" tanya pria itu kebingungan
(kenapa?)
"tujuan gue ini deket sama lo cuma satu! hancurin dia, soal temen-temennya urusan belakangan."
"bodoh, justru temen-temennya itulah yang jadi tameng nya." jelas pria itu menatap gadis didepannya dengan memutar bola mata jengah.
"tameng? emang sekuat apa sih mereka? wait! jangan bilang lo itu orangnya memang gampang kalahan?" tanya gadis itu tersenyum miring.
"bukan gampang kalah, cuma salah satu temennya itu memang terlalu kuat. gue gak mau ambil resiko." jelas pria itu meminum minumannya.
"sial! sekuat apa sih dia?"
--
"ah pusing gue!" ucap aza memegang kepalanya yang terasa panas.
malam tadi ia mendapatkan kabar daddy nya tidak jadi pulang ke Indonesia, setelahnya ia diberi hukuman karena melakukan kesalahan, bangun tidur kesiangan, lupa sarapan, beserta tamu bulanannya pagi ini pun ikut turut serta hadir, ditambah lagi tadi ulangan harian fisika dan dia tidak belajar.
"woy za! gila lo ya? sampe kaya-" ucapan jenny terpotong
"aghh! lo bisa diem gak monyet?! gue lagi pusing ini!" bentak aza pada jenny.
argeo dan claretaa hanya bisa diam saja melihat tingkah teman mereka, memang sih aza terlihat sangat badmood dari pagi tadi, hingga sampai istirahat pun jua.
rayen sendiri sempat bingung apa yang terjadi pada teman spesialnya ini namun ada baiknya juga untuk dia, dengan ini aza tidak akan menyuruhnya untuk menyapa pak nunus dengan gaya cute, oh rayen rasanya jijik sekali bila harus melakukan hukumannya yang satu itu. (part 32)
"kantin yuk za, lo laper kan?" tanya claretaa sebaik mungkin
"gue mager,cla. kalian aja, gue mau tidur" tolak aza seraya menyandarkan kepalanya di atas meja.
argeo dan claretaa menyatukan tatapannya setelahnya kedua sejoli ini menatap rayen yang tetap datar tidak menanggapi apa-apa, mereka kesal, kalau benar rayen mengagumi aza,mengapa rayen tidak membujuk gadis itu?! kenapa ia masih terkesan datar dengan wanita yang ia cintai?!.
"ck, aneh." gumam argeo
ting!
terdengar satu notifikasi di handphone aza, gadis itu bangun dari sandarannya tadi dan segera mengecek apa yang terjadi di hpnya. semenit kemudian sudut b1bir gadis itu tertarik membentuk lengkungan, bukan! ini bukan senyuman manis.. melainkan ini senyuman sinisnya.
"yok ke kantin, mood gue udah bagus." ajak aza memasukan hp kedalam saku jaketnya, lalu tersenyum manis kepada para temannya
"hah?" sahut claretaa bingung, perasaan baru saja gadis itu merasakan badmood, kenapa cepat sekali berubahnya?
"ayo? kenapa cuma hah doang tanggepannya?" ucap aza yang juga ikut bingung
"ah, yaudah ya" ucap claretaa bangun dari duduknya.
"ayo,ar" ajak claretaa sambil tersenyum
"tentu." jawab argeo sambil menampakkan senyumnya.
"seblak, i'm coming!" seru aza berdiri dan mulai berjalan dengan semangat.
(seblak, aku datang!)
'semoga dia lupa' monolog rayen didalam hatinya.
mereka berempat berjalan dengan santai. tak sedikit para murid yang melihat mereka, ada yang berbisik-bisik, ada yang menyapa, bahkan tidak sedikit para murid yang melemparkan tatapan sinis. ya mereka tau, yang diberi tatapan sinis bukan argeo dan rayen, tapi claretaa dan aza.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect love (END)
RomancePRAKK! "anak gak tau di untung!" "jauh-jauh! saya gak mau lihat muka kamu" "ayah.." "jangan panggil saya ayah! lihat, gara-gara kamu putri saya luka begini!" "tapi itu bukan salah claretaa, ayah.." ucap seorang gadis yang terhempas di lantai akibat...
