byurr!
"bangun!" teriak sang ayah menyiram kan seember air ke tubuh anaknya.
"a-ayah?"
"beresin rumah! saya mau berangkat ke kantor!" perintah sang ayah
"ini minggu ayah.."
"kenapa? ingat! kamu bukanlah lea yang dulu saya puji-puji. sekarang kamu beresin rumah, ingat! cctv disini selalu menyala. jadi kamu jangan macam-macam!" peringat sang ayah.
"ayah apaan sih?! lea itu bukan pembantu, lea itu anak ayah! memangnya ayah gak bisa maafin lea apa?! lea itu bukan retaa yang setiap hari kaya pembantu di rumah ini, lea itu-" celotehan gadis ini terpot0ng.
prakk!
"awhh.." lea memegang pipinya yang terasa panas, bahkan pipinya kini terlihat lebam.
"APA?! NYONYA?! TUAN PUTRI?! iya itu dulu, tapi sekarang derajat kamu udah di bawah dari itu!" hin4 sang ayah, tanpa berbicara lagi, pria ini langsung saja melangkah pergi dari tempat itu. meninggalkan lea yang kembali menangis meratapi nasib.
"lea kangen ayah yang dulu.." gumam lea beriringan dengan air matanya.
___
seorang gadis cantik kini tengah mengupas bawang merah, ia berinisiatif di minggu pagi ini akan sarapan dengan sepiring nasi goreng lezat yang resepnya diberikan almarhumah bunda ketika dulu. yap! ketika usia claretaa masih belum menginjak remaja, sang bunda memberi buku resep masakan ke claretaa,awalnya claretaa tidak membutuhkan itu dikala dulu, akan tetapi semua ini diperlukan saat sekarang bunda sudah tidak ada di samping claretaa
drtt! drtt!
"aduh, aw!" ringis claretaa, melihat jari telunjuknya mengeluarkan tetesan darah segar.
gadis ini sedikit berdecak kesal. harus nya ia lebih hati-hati lagi tadi, ulah suara telepon yang lumayan kuat ini cukup membuatnya tersentak kaget, hingga membuat p1sau tajam itu kebablasan mengenai jarinya.
drrtt! drtt!
"ck! iya sabar." gerutu claretaa, kedua mata indah itu melihat kontak yang sekarang meneleponnya, siapa lagi kalau bukan argeo? claretaa sudah menebaknya dari awal.
on telepon:
"apa?"
"lo kenapa? kok suaranya kaya lagi sakit gitu?" tanya argeo dari seberang.
"iya ini jari gue kena pisau tadi." jujur claretaa
"banyak darahnya?" cemas argeo dari seberang.
"nggak sih, lo sendiri kenapa telpon gue?"claretaa malas basa-basi, ia ingin cepat-cepat menyelesaikan masakan nasi gorengnya
"rayen ngajakin kita main tuh, lumayan weekend. lo lagi free kan?"
"boleh deh."
"eh tadi lo lagi ngapain? kok pagi-pagi main pisau?" ujar argeo kebingungan.
"siapa yg mainin pisau? gue lagi mau masak nasi goreng." jelas claretaa
"nasi goreng? gue mau." ucap argeo dengan semangat
"kesini lah"
"otw, bye!"
tutt!
"mah! mamah!"argeo berlari mencari keberadaan sang mama.
"why my son? mamah disini" teriak sang mama dari dari dapur.
wanita itu tengah memasak di dapur dibantu dengan mbok inah yang tengah menggoreng ayam untuk menu sarapan di pagi hari.
"mamah!" panggil argeo menghampiri wanita kesayangannya ini. "parfum yang mamah beliin untuk geo kemarin itu mana?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect love (END)
RomancePRAKK! "anak gak tau di untung!" "jauh-jauh! saya gak mau lihat muka kamu" "ayah.." "jangan panggil saya ayah! lihat, gara-gara kamu putri saya luka begini!" "tapi itu bukan salah claretaa, ayah.." ucap seorang gadis yang terhempas di lantai akibat...
