•yes i do

288 36 7
                                        

drttt!drtt!

"apaan? bilang ke dia bajunya dress biru langit selutut." seorang gadis mengangkat telepon siapa lagi kalau bukan aza. "hm."

tutt!

"siapa, za?" seorang wanita paruh baya tiba dikamar anaknya, ia mendapati anaknya kini tengah bersiap-siap mencari baju.

"temen, mom."

"mau kemana kamu? malam ini ada latihan."

"nemenin claretaa mom. malem ini aza absen dulu."

"yaudah, tapi malam ini aja." pasrah sang mommy dan langsung melangkah keluar kamar.

aza terlihat sangat sibuk, ia mengobrak-abrik lemarinya, yang hanya berisi berbagai jaket, kaus oversize, dan celana. salahnya tadi ia tidak berbelanja juga.

"apa gue batalin aja ya? tapi sayang banget kan momen ini sesuatu yang gue tunggu-tunggu" gumam aza kesal.

brukk!

ada satu benda yang terbungkus suatu plastik hitam jatuh dari lemari, mungkin karena ulahnya tadi yang mengobrak-abrik jadi benda itu terjatuh, aza meliriknya dan meraih benda itu.

"daddy!"aza meraih benda tersebut dan membuka plastik hitam yang menutupnya, pucuk di cinta ulan pun tiba, ia melihat ada dress berwarna pink dan lengan panjang. aza mengingat benda ini adalah kiriman daddynya dari london kemarin yang lupa ia buka.

"yes! gue bisa berangkat!"
______

"Cla! woy! buka pintunya, ini gue aza!."

Claretaa yang baru saja membuka pintu harus dikejutkan dengan aza yang sudah memakai dress tadi, ada perasaan kagum dan ada juga perasaan heran? mengapa aza tidak memakai dress yang ia pilih ketika tadi siang?

"lo cantik, tapi kok gak pake baju tadi siang?" tanya claretaa yang kebingungan

"itu bukan punya gue."

aza berjalan ke arah claretaa, setelah sampai gadis itu langsung saja menarik pergelangan claretaa sekarang saat nya membuat claretaa cantik bak cinderella.
aza meraih baju dress itu ia segera melempar ke devi yang ada di sampingnya.

"cepet di pake, waktu gue gak lama."

"ini kan punya lo, za."

"itu punya lo, cepat sedikit ya gue gak mau lama-lama" ujar aza tersenyum.

"ini beneran gue yang pake?"

lagi-lagi aza harus menghela nafas, gadis itu langsung saja mendorong claretaa ke arah kamar dan menutup pintu itu.
beberapa menit kemudian claretaa keluar dengan dress biru langit, tak mau mengulur waktu lagi aza langsung saja meraih peralatan make-up yang tadinya juga sudah dibeli, dengan cekatan ia memoleskan make-up ke wajah gadis yang sedari tadi uanya terlihat pasrah.

"tipis-tipis itu lebih cantik!"

setelah dirasa semua selesai, seperti baju, sepatu, dan perhiasan lainnya kini aza harus dibuat bingung dengan rambut panjang claretaa

"ini mau kemana sebenarnya?" tanya claretaa yang kebingungan.

"ntar lo tau sendiri, sekarang yang terpenting itu rambut lo. mau diapain neh?"

Claretaa melihat dirinya di cermin, ia teringat dengan ucapan argeo yang menyukainya dengan rambut terurai, alhasil claretaa hanya meraih jepit rambut nya yang kebetulan serasi dengan warna bajunya, tak lama kini riasan tersebut selesai.

"cowo mana coba yang ga kepincut kalo cewenya begini?" gumam aza.

"gimana?"

"kagak, udah ayok berangkat."
__

Perfect love (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang