•disebut cabe-cabean

250 31 7
                                        

Argeo kini berjalan ke arah papanya yang sedang berkutat dengan laptopnya di sofa panjang, entah mengerjakan apa argeo pun tidak tau.

"pah" panggil argeo yang langsung duduk di sebelah ayahnya, dan juga menatap isi laptop tersebut.

"kenapa, nak?" jawab sang papa tanpa menoleh ke anaknya.

"papah dulu pas ngedeketin mamah itu gimana? ada penolakan gak dari mamah?" tanya argeo spontan

"kenapa kamu tanya gitu?" tanya balik sang papa dan langsung menutup laptopnya.

"argeo pengen tau."

"kamu di tolak claretaa?"

mendengar itu reflek membuat argeo tertunduk, ternyata sang papa mengerti apa yang terjadi pada putra semata wayangnya.
papanya yang kini sudah melihat tingkah anaknya sekarang menarik ujung bibir nya, hingga membentuk lengkungan yang indah. ia merangkul bahu putranya yang sekarang ukuran tubuhnya lebih besar dari pada dirinya.

"nak, dengar papah. wanita itu punya ciri khas tersendiri dari pada laki-laki. kalau wanita bilang gak mau belum tentu dia jujur, bisa jadi dia lagi tes kepekaan kamu sama dia. papah juga gitu, dulu waktu pas mamah ngambek papah malah ikutan ngambek juga, tapi setelah sekian lama papa punya hubungan sama mama kamu, papah tau. perempuan itu cuma mau dimengerti. kalau dia marah jangan ikutan marah juga, bujuk dia supaya gak marah lagi. sekarang kasih tau ke papah, apa yang udah kamu lakuin ke claretaa?" ujar pria itu mulai serius.

"Geo buat claretaa kecewa, waktu itu geo keceplosan bilang suka dan itu kondisi geonyatain perasaan secara kasar. setelahnya claretaa usir geo pah" kata argeo jujur.

"buah jatuh gak jauh dari pohonnya." sahut sang mamah, wanita ini datang membawakan secangkir kopi untuk suaminya.

"maksudnya, mah?" bingung argeo

"dulu papah kamu ini punya perasaan dan kasih tau nya pake cara kasar juga, gak ada romantis-romantisnya. padahal papah kamu tau kalo mamah udah lama suka ketimbang dia." jelas hana melirik suaminya yang tersenyum lebar.

"jadi papah juga kaya argeo?"

"iya, sekarang mamah saranin sama kamu sayang. cari kesempatan bagus, nyatain perasaan kamu secara baik-baik dan romantis. kalo kaya gitu siapa sih yang gak luluh, secara kan anak mamah ganteng." sang mama mencolek dagu putranya.

__

ceklek!

"lea!" panggil sang ayah yang masih memegang tas kantornya

ia mencari keberadaan lea ke kamar gadis itu namun hasilnya tetap nihil, lea tidak di temukan. tak putus asa pria paruh baya itu juga mencari ke arah dapur, halaman belakang, kamar mandi, bahkan gudang tempat dimana ia pernah mengurung lea ditempat itu.

"LEA!" teriak lelaki paruh baya itu di ruangan rumah mewahnya.

ceklek!

terdengar suara pintu yang terbuka, netra sang ayah tertuju pada anak gadis nya yang baru saja pulang, lea juga terlihat masih mengenakan seragam sekolahnya, yang menandakan gadis ini belum pernah pulang ke rumah sedari tadi. padahal jam sudah menunjukkan pukul 16:30.

"ayah" panggil lea sambil tersenyum.

"dari mana kamu?!" tanya sang ayah dengan nada tinggi.

"lea abis kerja kelompok bareng jenny, yah.."

"kerja kelompok apa yang bisa sampe jam segini? sekarang kamu beresin rumah dan masak." sedari dulu memang pria ini tidak pernah mencari ART untuk mengurus rumah, lelaki ini selalu mengandalkan kekuatan anaknya, terutama devi. namun sekarang saat devi sudah tidak ada, kini ia akan mengandalkan lea.

Perfect love (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang