•ayah dan Lea jemput claretaa

262 26 0
                                        

kini terlihat seorang gadis berparas cantik tengah mondar-mandir di dalam kamarnya, sesekali ia melihat layar handphone nya yang sama sekali tidak ada notifikasi.

"duh albi gimana sih? kok gak ada kabar? gue'kan mau lihat badan aza yang udah gak berdaya karena albi." gumam lea, gadis ini tengah merasa cemas. "tapi gak mungkin dia kalah si, kan rumornya tu anak selalu latihan bela diri terus semenjak dikalahin sama cewe." lanjutnya.

ting!

benda pipih yang sedari tadi lea pegang kini berbunyi menandakan ada pesan yang masuk, lea sendiri yang mengira itu albi tidak menghiraukan apa-apa lagi, tanpa fikir panjang ia membuka pesan itu tanpa melihat nama kontak.

bunyi pesan:
"selamat sore lea, gue cuma mau kasih tau waktu lo tinggal dua hari lagi."

"sial! si tukang teror. mampus! gue belum berhasil bawa claretaa pulang!" seraya menepuk jidat mulusnya.

ting!

seorang tukang teror itu kembali mengirimkan pesan yang berbunyi:
"tapi sorry, karena gue pengen ngeliat lo lebih ters1ksa lagi, gue majuin! jadi waktu lo hanya dalam empat belas jam aja. jam tujuh pagi semuanya akan terbongkar, lea."

lea yang membaca pesan itu seketika membuat matanya membola sempurna, ia tidak menyangka tukang teror tersebut akan memajukan waktu. hal ini membuat lea kembali mengeluarkan butiran bening dari kedua matanya, tubuhnya bergetar.

"gimana ini?" gumam gadis tersebut.

tidak mau mengulur waktu lagi, lea segera mengambil tas selempang nya dan keluar dari kamarnya, ia akan membawa claretaa pulang malam ini juga.

"ayah! ayah!" panggil lea seraya menangis.

sang ayah yang sedang meminum kopi langsung saja menoleh melihat putrinya yang tampak ketakutan.
"kenapa sayang? ayah disini."

"ayah! anterin lea jemput kak retaa." ajak lea seraya menarik lengan ayahnya.

"kenapa si sayang? kok kamu keliatan buru-buru gini? ntar malam aja ya? ini udah mulai masuk malam bentar lagi."

"gak ayah! lea mau sekarang, anterin lea sekarang juga!"

"malam aja ya lea?" tawar ayahnya

"AYAH DENGER GAK SIH! LEA MAU SEKARANG!" bentak lea.

sang ayah terdiam sebentar, jujur ia tidak tega melihat tangis lea yang sedari tadi tak berhenti.
_

didalam mobil mewah kedua ayah dan anak ini tak membuka suara masing-masing, sang ayah yang fokus menyetir, dan lea yang lebih fokus mengotak-atik handphone nya, berharap albi segera memberi kabar.

"dimana alamat retaa sekarang?" tanya ayahnya melirik ke putri kesayangannya.

"jalan mawar nomor dua tujuh."

pria paruh baya ini melajukan kendaraan beroda empat nya ini lebih kencang karena sebentar lagi matahari akan tergantikan oleh terangnya bulan.

ketika sampai di jalan mawar yang diberitahu oleh albi saat tadi siang, netra gadis ini sedang mencari rumah yang bercat ungu nomor dua tujuh.

"itu ayah! ada argeo juga!" tunjuk lea dari jendela mobil.

"bentar, ayah parkir mobil dulu."

setelah mobil terparkir, kedua ayah dan anak ini keluar dari mobil mewah itu, argeo sendiri yang sudah ingin pulang kini mengurungkan niatnya, ia kembali melepaskan helm dan turun dari motor.

"lea? ayah?" gumam claretaa

"kak retaa!" lea berlari ke arah gadis yang tengah menatap dirinya dan ayahnya.

Perfect love (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang