"aduh! aduh! argeo sakit, lo kalo mau ngomong tinggal ngomong aja, tangan gue jangan di pencet kuat-kuat, kan sakit.." rengek claretaa yang merasa sakit di pergelangan tangan ulah argeo yang memegang terlalu kuat.
"hah?!" kedua mata lelaki ini yang tadinya tertutup kini terbuka lebar-lebar ular jeritan claretaa dengan cepat ia langsung melepas pegangan nya.
ternyata oh ternyata, ternyata lagi, argeo hanya mengalami halusinasi saja dan itu semua tidak terjadi, untung saja ia tidak melakukan itu secara langsung. bisa-bisa claretaa menjadi ilfil kepadanya dan hubungan diantara mereka berdua akan rusak seketika pikir argeo.
"kenapa cla?" tanya aza dari kursi samping.
"tangan gue tadi di pegang kenceng banget sama argeo." gerutu claretaa
rayen yang tadinya tidak tertarik dengan apa yang dibicarakan kini menoleh ke arah argeo,ia bingung mengapa sikap pria itu menjadi aneh. "are you okay, bro?"
"hm." argeo menjawab mendehem saja tanpa berniat menoleh ke arah rayen, ia masih memikirkan bagaimana caranya menyatakan cinta dengan romantis.
"wakwak kdrt" gumam aza yang di dengar eh rayen.
"mereka belum nikah." bisik rayen
"cepat atau lambat mereka pasti nikah dan happy ending, soalnya gue benci sad ending." ucap aza sambil melahap ice-cream miliknya.
"gimana caranya nembak claretaa? apa gak jadi aja? ntar gue tanya papah deh. eh tapikan katanya papah dulu cowo dingin juga, apa papah tau caranya. apa tanya ke rayen? gak mungkin lah anjir, dia aja sipatnya sama kak gua."claretaa bergumam didalam batinnya
"gimana kalau kita main ayun-ayunan cla?" ajak aza
"boleh deh"
kedua gadis itu berlari ke arah tempat bermain itu, terlihat mereka sangat berbahagia sekarang, hingga argeo dan rayen pun sama-sama melihat ke gadis yang mereka sukai sampai-sampai sudut bibir dari kedua pria tersebut tertarik hingga membentuk lengkungan yang indah.
"eh btw lo tadi ngerti kenapa argeo megang kenceng tangan lo?" tanya aza
"gak tau sih, tadi dia ngomong 'cla' gitu doang terus gue jawab 'apa?' nah dia tuh malah megang tangan gue kenceng banget sambil merem. ya reflek gue teriak lah, sakit." jelas claretaa sambil memakan ice-cream nya
"dih prik banget hahaha, tapi ya jangan-jangan dia mau bilang kalau dia suka lo lagi." tebak aza.
"mana mungkin dia suka sama gue, kami kan friends." ucap claretaa tersenyum.
"yakin? ngomongnya temen. tapi beberapa kali gue liat lo bedua kaya romantis banget." aza memandang remeh claretaa.
"jangan ngomong kaya gitu ke gue, za. ntar malah lo makan omongan sendiri lagi."claretaa memutar bola mata malas.
"kok gitu?"
"iya, lo aja sama rayen juga ttm,teman tapi mesra. buktinya tadi peluk-pelukan, mana rayen manggil lo dengan sebutan sayang lagi, padahalkan jelas-jelas perempuannya udah pergi." kali ini claretaa yang memandang remeh aza.
"aduh cla, namanya juga orang gak tau. aneh lo."
di sisi lain dua orang lelaki yang masih duduk tadi kini masih saja menatap lekat kedua wanita yang masih bermain ayunan tersebut.
"lo suka sama aza?" tanya argeo spontan.
sontak pertanyaan dari argeo membuat rayen menoleh dengan cepat. "kenapa lo tanya gitu?"
"udah beberapa kali gue pergokin lo curi-curi pandang sama tu cewe." ujar argeo jujur, memang beberapa kali argeo melihat rayen yang melihat aza, bahkan ada kalanya rayen tersenyum melihat gadis itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect love (END)
RomancePRAKK! "anak gak tau di untung!" "jauh-jauh! saya gak mau lihat muka kamu" "ayah.." "jangan panggil saya ayah! lihat, gara-gara kamu putri saya luka begini!" "tapi itu bukan salah claretaa, ayah.." ucap seorang gadis yang terhempas di lantai akibat...
