Enam

1.3K 77 4
                                    

.
.
.

Perpaduan antara celana jeans hitam
dengan kaos putih tanpa lengan dan luaran jaket denim itu menjadi pilihan Heesa malam ini.

Ya malam ini adalah malam minggu,dimana hari yang dijanjikannya akan mengajak Jake keluar.

Heesa mematut pantulan dirinya dicermin panjang dikamarnya.Dengan sentuhan akhir parfum yang ber aroma citrus itu disemprotkan ke beberapa titik tubuhnya.

"Cakep banget gua yak"Pujinya saat menatap cermin itu sambil berpose.

Heesa selesai dengan acara siap-siapnya dan meraih ganggang pintu kamar itu untuk keluar

Sesampainya di ruang tamu heesa menemukan bunda beserta ayah dan adiknya tengah duduk disana.

"Eh Abang mau kemana?udah rapi aja
ayah liat"

Kavin,ayah Heesa yang menyadari kedatangannya menatap penampilan Heesa dari atas sampai bawah.

Mawar yang kebetulan posisinya membelakangi Heesa sontak menoleh kebelakang.

"Loh,udah mau pergi bang?"Tanya Mawar ketika melihat penampilan anak sulungnya itu.

"Bunda tau Heesa mau kemana Bun?"Mawar tentunya mengangguk.

"Heesa mau malmingan lah yah,emang ayah sama bunda cuma dirumah terus"sindirnya

Ayah dan bunda Heesa saling pandang dan setelahnya mendengus.

"Abang,adek mau ikut"

Nah loh,adeknya yang tadi asik mainin YouTube di-hp bundanya mendadak ikut nimbrung.

Heesa menggeleng.

"Ngga bisa,masa orang kencan bawa-bawa anak sih."Ucapnya menolak.

Lily yang tadinya excited sekarang malah jadi murung.Kavin memeluk anak gadisnya itu dan menatap Heesa dengan tatapan datar.

"Bawa aja kali bang,ga bakal ganggu juga adeknya"

"Tapi kan bun-"Belum sempat Heesa ingin protes ucapan ayahnya lebih dulu menginterupsinya.

"Bawa gak!atau jajan kamu bulan ini ga ayah kasih"

Mata ayahnya menyipit seolah menatapnya dengan penuh ancaman.

Heesa menatap bundanya seperti meminta pertolongan,namun bundanya malah berlagak seolah-olah tidak mengenalnya dengan memalingkan wajah sambil melihat kukunya.

Dengusan kesal keluar dari bibir Heesa,dengan anggukan pasrah Heesa akhirnya membawa adiknya ikut serta.

"Yaudah deh,adek udah mandi kan?"

Lily mengangguk semangat,dengan senang hati dirinya berlari menuju sang kakak dan menggandeng tangan Heesa.

"Gitu dong,Lily juga nanti jangan nyusahin abang ya nak"Kavin mengusak rambut anak perempuannya itu dengan sayang.

"Yaudah Bun,yah,Heesa sama lily pergi dulu"

Ayah sama bunda Heesa mengangguk dan
ikut melambaikan tangannya kepada Lily
yang sudah berjalan beriringan dengan Heesa keluar rumah.

"Yuk Bun siap-siap kita juga pergi malmingan"

Kedipan sebelah mata itu diberikan oleh Kavin pada istrinya.

Mawar yang melihat Kavin berlagak genit
itu nyubit pinggang suaminya gemas.

"Ada aja kelakuannya,udah tau anaknya mau jalan sama pacarnya malah dititipin adenya"

Kavin yang dicubit itu lantas meringis.

"Sshh aduh Bun kok gitu sih sama suaminya,
lagian kan ada untungnya juga kalo adek dibawa sama Heesa,biar kita bisa berduaan"

BUCIN•||•HEEJAKE LOKALTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang