Jaki segera pergi meninggalkan rumah itu dengan emosinya yang membara, baru saja ia sampai namun ia sekali lagi pergi. Mendengar dan menelan fakta bahwa sang kekasih sekarang sudah bersama orang lain, yang bisa ia sebut juga dengan salah satu perempuan di anggota keluarganya.
“bangsat, bangsat..“ Umpatnya sembari mengendarai motornya, menaikkan kecepatannya sampai ia kewalahan sendiri.
“apaansih anjing!“ Bentaknya pada dirinya sendiri, sedaritadi handphone nya bergetar tak kunjung berhenti. Pasti itu puluhan misscall dari Krow.
Pria berambut merah muda itu terus melajukan motornya, sampai ia bingung sendiri akan tujuannya pergi kemana. Lengannya bebas terekspos diluaran sana, tak peduli akan di terpa angin malam yang kencang dan dingin mampus.
Beberapa kali ia mengumpat berusaha untuk melampiaskan amarahnya, namun tak ada yang berhasil. Sampai pada akhirnya ia menangis, melepaskan semuanya.
“kontol lu krow.“ kata kata kasar itupun keluar dari bibir lembut miliknya, bisa ia lihat dari spion ada sebuah motor sport yang mencoba menghampirinya. Namun ia tetap melajukan motornya agar tak bisa berpapasan, sampai sampai motor sport berwarna abu abu itu kehilangan jejak.
“sialan.“ Umpat Krow dari balik helm full face nya, ia akhirnya pun berusaha menaikkan kecepatan motornya dan berusaha menggapai kecepatan sang kekasihnya.
Dengan deru nafas yang kasar, Jaki berusaha untuk melarikan dirinya entah kemana hanya untuk malam ini. Walaupun ia akan tidur di jalanan pun tak apa apa, asal ia tidak melihat wajah pria berambut abu abu itu.
. . .
Jaki baru saja menginjakkan kakinya di karpet selamat datang itu, dengan senyuman yang manis terukir diwajahnya dan juga kresek dengan penuh jajanan di kedua genggamannya.
Lantas jajanan itu jatuh ke lantai, karena mendengar dari sang kepala keluarga memberikan informasi bahwa Krow dan Echi resmi akan di restui.
“apa apaan?!“ Bentaknya secara tiba tiba, suara yang mengalihkan semua atensi mereka. Terutama yang sedang punya acara, mereka reflek menoleh kearah sumber bentakan itu.
“lah, Jaki?“ Mereka semua pun mematung, hanya hening saat Jaki mulai mendekati mereka.
“kenapa? gimana-gimana?“ Tanyanya dengan nada yang sedikit ia tekankan, kepala keluarga yang biasa di panggil sebagai Rion Kenzo itupun hanya menghela nafasnya kasar.
“krow sama echi udah gue restuin.“ Jaki mengepalkan tangannya erat-erat, menoleh kearah dua pasangan sejoli itu. Terlihat Krow beranjak dari tempat duduknya untuk menahan sang manis, namun di tahan oleh Gin.
“gak bisa. lu gak mikirin gua kah, yon?“ Yang diberikan pertanyaan hanya menyilangkan kedua tangannya tepat di dadanya, lalu hanya menaikkan salah satu alisnya. Memberi isyarat untuk terus menjawab.
“Krow, kamu setuju gitu gitu aja?“ Melemparkan pertanyaan itupun membuat Krow bingung, hanya memberikan tatapan yang seperti menceritakan segalanya. Tapi apa gunanya tanpa ada mulut yang menjelaskan?
Jaki tak kuasa menahan emosinya, ia hanya keluar tanpa mengatakan sepatah katapun kepada mereka. Sedangkan dari kejauhan Elya merasa bersalah, dan berniatan untuk menyusul pria berambut warna seperti bunga sakura itu nanti.
. . .
Pada akhirnya pertahanannya runtuh, ia sudah tak kuasa lagi untuk menahan tangisannya. Ia pun menangis selama perjalanannya kearah jembatan baru disana, ia menutup kaca helm nya dan menangis tanpa suara.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐓𝐇𝐄 𝐍𝐎𝐈𝐑, 𝐎𝐍 𝐀𝐂𝐓𝐈𝐎𝐍.
Fanfiction𝐓he strongest has comeback to the town, ready for the new life they will continue. Shout out for, 𝐓𝐨𝐤𝐲𝐨 𝐍𝐨𝐢𝐫 𝐅𝐚𝐦𝐢𝐥𝐢𝐚. 𝐖ith the new strategy of business and coming back after a biggest downfall, they reach the path of success. Berib...
