Sudah beberapa hari semenjak kejadian hubungan Kencia dan Apriano terungkap, kini semuanya telah membaik dan juga anggota TNF yang lain sedang sibuk dengan acara pernikahan Aennon.
Rion dan Caine ingin membuat acara itu sungguh megah, karena ini adalah anggota kedua TNF yang menikah setelah Krow dan Echi. Gaun-gaun bridesmaids nya begitu indah sama seperti yang pengantin gunakan.
Namun, itu bukanlah hari terbahagia bagi Kencia. Karena itulah hari dimana ia juga harus melepaskan seseorang yang ia sayangi, memang selama ia berhubungan dengan Apriano, pria itu tak pernah sekalipun mengenalkan Aennon sebagai kekasihnya.
Kini Kencia sedang berkunjung ke taman kota, ia menghabiskan waktunya sebentar untuk pergi kesana. Menghirup udara segar agar tidak terlalu terbebani, namun dari kejauhan ia bisa melihat seorang pria bersurai putih yang selalu ia kenali hanya dengan satu lirikan mata.
Pria itu mendekatinya dengan senyuman lebar terukir di wajahnya, Kencia hanya memberikan senyuman kecil, tak ingin terlihat terlalu sedih dan murung hari ini.
"Cantikkuu" Ujarnya sembari berlari sedikit untuk segera mendatangi Kencia, gadis itu membuka kedua tangannya sebagai sinyal untuk datang ke pelukannya.
Kenzo yang menyadari itupun langsung melingkarkan kedua tangannya pada pinggang kecil milik Kencia, begitupula dengan Kencia yang mengalungkan kedua tangannya ke leher milik Kenzo, menyembunyikan wajah nya yang cantik di leher Kenzo.
"Kenapa ini? Kok kayak murung banget tadi."
"Kok tau?"
"I've watched you from afar." Ungkapnya yang menimbulkan pukulan kecil pada punggungnya, membuat Kenzo meringis lalu terkekeh geli.
"Gak boleh kah liat calon pacar ku?" Tanyanya dengan berbisik tepat kearah telinga Kencia, membuat gadis itu terkikik geli dan menggelengkan kepalanya.
Sungguh omongan buaya.
"Udah lama banget kita ga ketemu sayang, aku kangen.." Ujarnya sembari mengelus punggung milik Kencia dengan lembut, gadis itu hanya mengangguk sebagai tanda bahwa ia sesungguhnya juga merindukan Kenzo.
Kenzo terkekeh, merasakan ada yang berbeda dari Kencia hari ini. Tapi ia tak mau ambil pusing, ia hanya akan memanjakan gadisnya untuk hari ini, melakukan apapun yang ingin ia lakukan.
"So, what's your plan today?" Kencia menggelengkan kepalanya setelah mendengar pertanyaan Kenzo, selalu ia memberitahu apa yang akan ia lakukan saja hair ini kepada Kenzo, namun hari ini berbeda.
Sebab itu, Kenzo berpikir ia harus sebisa mungkin mengembalikan mood gadisnya itu. Kenzo pun mengajukan beberapa tempat untuk mereka menghabiskan waktu bersama, termasuk salah satu event makanan Jepang yang akan berlangsung malam nanti.
"Mau ke event makanan jejepangan gak? Aku pengen nyoba, sayang" Rengeknya pada Kencia yang di balas anggukkan oleh gadis itu, setidaknya hari ini ia ada rencana untuk.. entahlah. Mungkin me-refresh otaknya.
"I'll pick you up jam 7, ya?" Tanya Kenzo sembari gadis menarik gadis itu lebih dekat padanya, sedangkan Kencia hanya pasrah dan mengalungkan kedua lengannya di leher Kenzo.
"Ciaa, di jawab."
"Iyaa, Kenzoo."
Kenzo tersenyum lebar setelah berhasil membuat gadis itu mengukir senyuman kecil di wajahnya, lalu Kenzo dengan beraninya mencium pipi tembam milik Kencia.
Gadis itu terkekeh geli lalu membiarkan pria itu di dalam dekapannya untuk beberapa saat, ia menikmati pelukan hangat dari Kenzo karena sudah lama tak di peluknya seperti itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐓𝐇𝐄 𝐍𝐎𝐈𝐑, 𝐎𝐍 𝐀𝐂𝐓𝐈𝐎𝐍.
Fanfiction𝐓he strongest has comeback to the town, ready for the new life they will continue. Shout out for, 𝐓𝐨𝐤𝐲𝐨 𝐍𝐨𝐢𝐫 𝐅𝐚𝐦𝐢𝐥𝐢𝐚. 𝐖ith the new strategy of business and coming back after a biggest downfall, they reach the path of success. Berib...
