26 : Tarian Penghancur Raya

795 80 5
                                        

Trotoar Tokyoverse serta angin yang terus berhembus terasa dingin dan menusuk, emosi TNF kini di luar kendali. Belum saja ada tengat waktu, namun anggota mereka kembali di culik oleh rekan yang mereka bantu sendiri.

Kini, semuanya sedang bersiap-siap tentang apapun rintangan yang akan mereka hadapi selama proses pencarian bermulai. Rion tak bisa di ganggu, begitupula dengan Caine yang terus meyakinkan Rion bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Di sisi lain, terdapat beberapa fraksi yang sedang menari-nari diatas penderitaan orang lain. Lebih tepatnya, SFG dan si putih.

Cosa Nostra kembali, pemirsa. Semuanya tak sama seperti yang dahulu, kini mereka bukan pengecut dan siap mengambil alih tahta Terkuat di dalam dunia gelap ini.

Mereka melakukan kerjasama bersama SFG untuk menjatuhkan TNF bersama-sama, tak perlu terkejut tentang bagaimana persaingan sungguh ditinggikan di dalam dunia ini.

Dengan iming-iming perempuan kesayangannya yaitu Selia, tentu saja Eric kalah dalam masalah perasaaan. Gadis bersurai merah muda itu sudah menjadi separuh dari dirinya. Hanya karena dahulu ia di tolongi oleh Selia, perlahan-lahan perasaan itupun tumbuh dalam dirinya sendiri.

Meskipun CN tau bahwa sekeras apapun mereka mencoba, Selia takkan pernah tersentuh kecuali yang menyentuh adalah Riji, suaminya sendiri.

Rion yang mendengar bahwa Selia di culik membuat hatinya mengeras, kini ia takkan memaafkan siapapun yang telah menculik anaknya. Dan ia yakin, pasti ada seseorang yang mengkhianatinya lagi.

Begitupula dengan Riji, bahkan ia bersumpah untuk tidak akan pernah memaafkan siapapun yang berani menyentuh istrinya.

Kronologinya ialah Selia hanya ingin membeli sebuah donat stroberi, namun tiba-tiba saja ada sekelompok orang dengan mobil van yang menguntitnya. Ia sudah khatam dalam hal-hal seperti ini namun konstraksi hamil nya menganggu.

Ia berhasil di tahan dan di bawa ke markas mereka, lebih tepatnya.. Markas SFG. Wah, mereka memang sudah tak sayang nyawa ya? Menguji kesabaran Rion Kenzo itu sangatlah hal yang mengejutkan loh.

. . .

"Komando di gue sama Caine, lu pada tinggal ngikut aja. Jangan miskom, inget, CN udah balik dan gua yakin mereka lebih prepare daripada sebelumnya. Gua minta semuanya ngikutin komando dan jangan pernah mencar kecuali ada arahan." Rion menjelaskan panjang lebar sedangkan Riji sedaritadi tak terlihat tenang sama sekali, pikirannya kalut khawatir dalam bagaimana kabar sang kekasih hati.

"Ji, beneran bisa ikut perang?" Tanya Caine, berusaha memastikan bahwa Riji tidak apa-apa selama perang berlangsung.

"I'm fine, mi. Gak perlu khawatir. Objektif kita tetep Selia." Caine mengangguk mendengar jawaban dari Riji yang sangat meyakinkan.

"Jadi selama ini mereka minta tolong supaya bisa narik perhatian gitukah, pi?" Glen bertanya, membuat atensi Rion beralih pada pria bersurai merah gelap layaknya Caine Chana itu.

"Ya. Mereka kerjasama antara dua kubu, Cosa Nostra dan SFG. Emang anak bangsat." Semuanya mengangguk faham, siap tak siap mereka harus menghadapi peperangan ini. Tak peduli jika mereka akan mati atau tidak dalam peperangan ini, tapi yang pasti, mereka harus menang.

Setelah briefing yang cukup lama, akhirnya mereka bergegas ke area yang SFG janjikan kepada mereka. Di suatu bengkel terbengkalai yang sudah bangkrut milik SFG.

. . .

Sesaat mereka sampai disana, keadaan cukup ramai dengan anggota SFG yang tak kalah banyak dengan mereka. Rion turun dari motornya bersama Caine, disusul oleh anak-anaknya yang lain. Pria bersurai ungu tua itu mengalihkan atensinya penuh kepada Eric dan.. pria yang ia kira sudah mati itu.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 28, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

𝐓𝐇𝐄 𝐍𝐎𝐈𝐑, 𝐎𝐍 𝐀𝐂𝐓𝐈𝐎𝐍.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang