#Chapter 9 "Never Have End"

330 21 13
                                        

"When I said 'I Love You' it's mean that I would give you everything whatever I have to you"

.

.



" iya, aku sudah ke dokter. Ini aku baru saja selesai membeli obat"

" maaf, aku tidak bisa menemanimu"

Garfield mengangguk pada petugas apotek, berjalan sedikit menyeret kakinya.

" tidak apa-setelah ini, aku akan segera pulang ke apartemen"

" apa yang dokter katakan?"

" memang cedera ku kambuh, tapi kata mereka tidak apa-apa"

" syukurlah, ya sudah aku harus kembali take gambar. Sampai jumpa"

" khap"

Garfield tersenyum memasukkan phonselnya ke saku, dia terus melangkah perlahan hingga langkahnya mulai memberat. Senyum yang baru saja terpasang indah di wajahnya berangsur menghilang-

" Way? Phi-"

Tangan Garfield terulur ke arah seorang pemuda yang tersenyum begitu manis ke arahnya. Seorang pemuda yang amat familiar.

" sudah lama aku tidak melihatmu, kau masih seperti dulu. Senang bertemu denganmu-Field"

Pemuda itu tersenyum sambil memeluk Garfield yang tidak bisa mengatakan apa pun.

" sudah lama sekali kita tidak bertemu, 10 tahun? 11? Ah-aku rasa 12 tahun. Kau masih saja manis seperti terahir aku meninggalkanmu"

Air mata Garfield merambat membasahi pipi cubby Garfield,

" hey-aku ada disini sekarang. Aku tidak akan pergi kemana-mana lagi, aku akan berada di sampingmu"

" kau kembali?"

" Khap, aku kembali. Ini aku-Phi Way"

Pemuda itu terus mengusap lembut kepala Garfield yang menangis.

Café terasa begitu sepi, tidak ada kata yang terucap dari mulut Garfield sejak dia dan pemuda yang dia panggil dengan panggilan 'Phi Way' itu datang ke café. Pemuda itu tersenyum begitu lembut sambil mengusap pipi cubby Garfield. Pancaran matanya terlihat tenang penuh dengan kerinduan untuk seorang yang dia sentuh.

" kau tidak senang melihatku kembali? Kau sudah melupakanku?"

Garfield menatap pemuda tampan itu dengan mata yang berkaca-kaca.

" kau bodoh!!!"

" aku sudah resmi kembali kesini, aku hanya ke Amerika bukan ke neraka. Bagaimana kabarmu? Apa semuanya baik-baik saja?"

Garfield mengangguk.

" dimana bodyguardmu? Sudah 1 jam kita disini tapi tumben sekali dia tidak menghubungimu"

" dia sudah meninggal"

" APA?? Sungguh?!"

Garfield mengangguk.

" aku minta maaf, aku tidak bisa menemanimu di dalam masa sedihmu"

Lagi-lagi Garfield mengangguk. dia menatap pemuda tampan yang 12 tahun lalu meninggalkannya tanpa kata dan kabar. Pemuda yang membuatnya salah paham akan Supanut Promphaopun yang merupakan dirinya.

Pemuda tampan itu Way, seorang yang memiliki wajah yang sama dengan Nut.

" kau tidak merindukanku? Dan-apa wajahku tidak berubah? Kau sempat mengarahkan pandanganmu padaku, aku jadi terharu"

Action!!!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang