#Chapter 20 " The Love We Create"

223 12 1
                                        



Fourth terbelalak saat melihat Winny  muncul di ambang pintu kamar yang Way pinjamkan untuk merawat Pooh.

“ Phi?”

“ aku sudah mengetahui semuanya. Pergilah, aku akan bicara pada Pooh”

Tanpa banyak bicara Fourth mengangguk dan meninggalkan Winny bersama dengan Pooh setelah mendengar nada tegas di dalam kalimat yang Winny  ucapkan. Winny menghembuskan nafas beratnya saat melihat Pooh menyembunyikan wajahnya dengan lutut yang dia peluk.

“ Puppy—angkat kepalamu dan tatap aku”
Seketika Pooh mengangkat kepalanya, dia mendapati Winny  menatapnya dengan air mata yang meleleh di pipinya.

“ Phi?”

Pooh menggeleng, dia tidak ingin melihat Winny menangis. Namun dia tidak mampu mengatakan apa-apa untuk sekedar mengucapkan kata agar Winny berhenti menangis karenanya.

“ bagaimana mungkin kau menyembunyikan ini dariku?”

“ maaf—“

“ kau meminta maaf untuk apa? aku benar-benar marah saat ini”

Desis Winny .

“ hiks—mianhe jeongmal mian—“

“ Phi tidak butuh kata-kata itu, kau tau Phi. Huh—tenangkanlah dirimu. Satu jam lagi Phi akan kembali, dan jika di saat  Phi kembali kau masih seperti ini—Phi akan menelfon paman Kitjaruwannakul agar membawamu pergi bersamanya. Dan perlu kau ingat Phi tidak akan peduli lagi padamu, jika itu sampai terjadi”

“ Phi—hiks”

“ dan kau tau jika aku tidak penah main-main dengan ancamanku”

Winny kemudian menutup pintu.
Ia tidak mengatakan apapun saat Fourth menatapnya, untuk saat ini dia benar-benar mencoba untuk mengendalikan dirinya. Topten berlari mengejar Winny  yang berjalan keluar dari rumah Way dengan raut wajah khawatir.

“ kau mau kemana? Kau sedang tidak baik—aku akan menyetir untukmu”

Winny  menggeleng.

“ kau tau aku lebih dari siapapun,Topten. Aku—saat ini aku butuh Satang”

“ ahh~ syukurlah jika kau mau menemuinya. Pergilah, berhati-hati dijalan dan jangan ngebut”

Sedikit menyunggingkan senyumnya, Winny  mengusap kepala Topten pelan.

“ terima kasih, aku mencintaimu”

Topten tersipu saat Winny mencium bibirnya kilat.

“ jika kau khawatir jika aku macam-macam, telephone Satang 20 menit dari sekarang. Aku mematikan phonselku—“

Topten mengangguk.
Setelah Winny pergi Nut mengerutkan keningnya, dia menoleh pada Way dan Ping untuk mencari tahu apakah yang mereka lihat dan mereka dengar adalah kenyataan atau hanya sekedar mimpi di siang hari. Oh? Ayolah siapa yang tidak tau jika Topten cinta mati dengan seorang Kiettisak Vatanavitsakul—dan Winny adalah kekasih sempurna dari Satang.

“ ada yang bisa kau katakan dari apa yang barusan kami lihat?”

Ucap Nut sedikit mengintimidasi. Topten meringis kecil sebelum duduk karena tangannya di tarik oleh Nut.

“ well, yah yang seperti kalian lihat”

“ apa maksudnya itu!?”

Kekeuh Nut.

“ kami berkencan, aku dan Winny —kami sudah berkencan sejak 2 tahun yang lalu”

“ APA?! Ya? Kau menipu kami??? Bahkan beberapa waktu yang lalu kau masih mengejar-ngejar Michael?”

Action!!!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang