#chapter 17 " Time To Remember"

205 18 4
                                        


" It's late, but don't hate me to keep you in my heart"

.

.




Benz membaringkan tubuhnya di kasur dan menjadikan paha Garfield sebagai bantal untuk kepalanya.


“ aku lelah sekali hari ini”

“ ada apa?”

Pemuda tampan itu tersenyum sambil mengusap perut Garfield.

“ karna aku harus berkerja dan jauh dari kalian—aku benar-benar tersiksa dan sangat lelah karena ingin ketemu kalian”

Garfield tersipu malu dan sukses membuat Benz terkekeh.

“ apa kabar kalian hari ini?”

Tanya Benz sambil mengusap perut buncit Garfield. Mengusap pelan, penuh perhatian dan kelembutan yang membuat Garfield tersenyum.

“ Thanin, apa kami merepotkan? Aku benar-benar tidak mau jika aku membuat kamu terbebani”

Benz tersenyum mengusap wajah Garfield memberikan sentuhan lembut penuh perhatian yang dia yakini bisa membuat Garfield merasakan kenyamanan.

“ Apa perlu aku mengatakan berulang kali lagi? Aku sama sekali tidak merasa terbebani akan kehadiran kalian dalam kehidupanku, aku justru merasa sangat bersyukur karena Tuhan mengijinkanku dekat dan memiliki kalian”

Dengan wajah yang tersenyum cerah dan berkaca-kaca Garfield menatap Benz.


“ Thanin—“



“ hemm??”


“ aku ingin tomyum dengan iga sapi”


Benz mengerutkan keningnya,


“ setahuku tomyum itu mie kan? Dan??”



Tatapan memelas Garfield sambil mengusap perutnya membuat Benz mengerjapkan matanya, segera bangkit dari tidurannya.



“ aku harus beli dimana? Ini sudah tengah malam? Dan aku masih begitu hafal daerah sini”

“ aku mau buatan Thanin—tidak yang lain”

“ APA? Buatanku?”


Garfield mengangguk, sedikit ragu. dia menatap Benz yang langsung memasang wajah kaget dan sedikit sungkan dan malas terlihat jelas dimata Garfield. Sedikit kecewa namun ahirnya Garfield mengangguk-angguk sendiri.

“ aku sama sekali tidak tau caranya dan—aku lelah sekali ha—“

“ tidak usah, Thanin tidur saja”


Benz mengerjapkan matanya, merutuki kata-katanya yang sepertinya terdengar begitu tegas di hadapan Garfield yang memang sedikit lebih sensitive dari biasanya. Garfield menyibakkan selimutnya dan bersiap meninggalkan kamarnya—

“ kau mau kemana?”

“ menonton televisi”


Suara lembut Garfield membuat Benz sadar, Garfield sedang merajuk. Benz langsung menunjuk ke arah TV 60 inc yang bersemayam tanpa bergerak sedikitpun di dalam kamarnya.


“ kenapa tidak disini?”

“ malas—“

Pintu tertutup meninggalkan Benz yang langsung mengejar Garfield setelah memukul kepalanya kesal, Benz menemukan Garfield berada di ruang keluarga dengan TV yang sudah di nyalahkan.


Action!!!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang