#Chapter 18 " Choice"

211 18 1
                                        

" It's was to be me, the one having suffer for loving you even I have know you never loving me back"

.

.

Benz masuk ke dalam ruangan yang Garfield huni, meraih tangan Garfield yang terlihat begitu pucat. Isi kepalanya sudah bercabang kemana-mana dengan segala bayangan menakutkan yang menghantui. Benz ingin tetap terlihat tenang di depan istrinya, meski dirinya benar-benar ketakutan saat ini.

“ maaf, maaf karena membuatmu menjadi seperti ini”

Berulang kali Benz mengucapkan kata maaf yang dia tujukan kepada Garfield, hingga dia merasakan tangan mungil Garfield balas menggenggam tangannya.

“ Thanin?”

Benz langsung menatap Garfield,

“ baby?? Kau sadar?? Bagaimana keadaanmu? Mana yang sakit? Katakan padaku—mana??”

Garfield berusaha untuk tersenyum pada pemuda yang kini meraba tubuhnya sambil menggenggam tangannya. Garfield menggeleng perlahan,

“ bagaimana aku bisa menjawab jika Thanin tidak memberiku kesempatan untuk menjawab?”

“ baby—“

Pelukan hangat dari seorang Benz, adalah obat termanjur yang pernah Garfield dapatkan. Garfield membalas pelukan Benz dengan tangan yang dia letakkan di punggung Benz. Tersenyum saat melihat air mata yang bahkan belum kering di pipi suaminya itu.

“ apa keadaanku gawat sekali?”

Benz menggeleng.

“ lalu kenapa Thanin menangis?? Aku akan baik-baik saja—baby kita juga akan baik-baik saja”

Benz menatap ke arah Garfield dan melihat bagaimana Garfield tersenyum mengatakan jika dia dan kedua anak mereka akan baik-baik saja. Benz mengangguk membalas senyum Garfield dengan senyum tulus yang pernah dia miliki. Menggenggam tangan Garfield—

“ mungkin—operasi kali ini aku akan kehilangan dirimu—mungkin juga aku akan kehilangan buah hati kita—atau bahkan aku akan kehilangan kalian semua…bagaimana?”

Garfield tersenyum, dia mengusap pipi Benz yang langsung di timpa dengan tangan Benz. Benz menutup matanya untuk merasakan bagaimana hangatnya tangan lembut yang kini mengusap pipinya perlahan.

“ kami akan berusaha—aku masih ingin menjadi istri Thanin—aku masih ingin melihat Thanin tersenyum padaku—aku juga sangat ingin menjadi seorang mama, mengantarkan mereka bersekolah dan menikah bersama Thanin. Tapi, jika aku bisa memilih aku akan memilih dan meminta agar Tuhan menyelamatkan baby kita. Agar aku bisa menjadi mama, agar aku bisa melihat Thanin tersenyum…meski ruang dan waktu memisahkan kita, tapi tidak akan ada yang memisahkan kebersamaan kita di diri anak-anak kita”

“ Field?”

“ Thanin, ku mohon jangan menangis untukku”

Tidak tau bagaimana, Benz langsung memeluk Garfield seerat yang dia bisa.

“ aku mencintaimu, itu yang perlu Thanin tau”

“ nado, aku lebih mencintaimu”

.

.

Fourth berlari mendekati Satang yang terdiam menunggu di depan ruang operasi bersama yang lain.

Action!!!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang