#Chapter 22 " End The Way"

161 10 1
                                        


Benz mengerutkan keningnya saat melihat siapa yang bertamu malam-malam di depan rumahnya. seorang pemuda yang berada satu kelas dengannya, dan tidak cukup akrab untuk bertamu malam-malam di rumah keluarga Kankham. Bahkan walau mereka satu kelas, seingat Benz dia tidak pernah berbicara dengan pemuda di hadapannya—dan yang perlu Benz ingat-ingat adalah siapa nama pemuda di hadapannya.

“ maaf—apa aku mengganggu waktu istirahatmu?”

“ ti—“

“ Thanin? Nugu? Eh?  Phi Winny?”

Garfield langsung mendekat ke arah pintu, dia bisa melihat wajah Winny  yang sepertinya sedang memendam masalah.

“ aku tidak tau mengapa aku kemari—hanya saja aku tidak bisa ke tempat Satang sekarang ini”

Garfield tersenyum.

“ tidak apa, ayo masuk”

Winny mengikuti langkah Garfield dan Benz yang membawanya ke ruang keluarga dimana kedua bayi mereka sedang bermain dengan mainan yang entah apa karena Benz senang sekali membeli mainnan. Benz mengangguk pada Garfield saat dia ingin membuat minuman, dia mengisyaratkan agar Garfield menemani Winny  dan membiarkan Benz yang terlihat bingung dengan kedatangan Winny membuat minuman.

“ kau terlihat kacau—“

Garfield mengarahkan pandangannya pada Winny, Winny mengangguk.
Benz duduk di depan si kembar yang berada di samping meja tempat mereka bersantai, dan tentunya di depan Winny dan Garfield yang duduk di atas sofa setelah menyuguhkan minuman hangat untuk tamunya dan membuatkan Garfield segelas susu.

“ apa yang harus aku lakukan Field? Apa yang harus aku lakukan untuk Pooh dan pernikahannya? Di satu sisi aku tidak ingin dia melanjutkan pernikahan konyol itu karena takut Pavel akan menyakiti Pooh lebih dalam lagi namun di satu sisi aku ingin agar Pooh bahagia, dan aku tau kebahagiaan Pooh  yaitu berada di sisi Pavel —aissh! Aku benar-benar kakak yang tidak berguna”

Desis Winny pelan, dia cukup tau diri untuk menahan suaranya agar tidak menganggu dua malaikat manis yang sedang bermain-main dengan tangan Benz.

“ kehidupan Pooh, hanya Pooh yang akan menjalaninya—dan kita sebagai teman sekaligus orang yang dia anggap dewasa hanya bisa mendukungnya. Phi Winny, aku tau kau sudah berusaha sebaik mungkin untuk menjaga Pooh ataupun Fourth. bukan hanya aku yang tau, namun juga semua orang yang melihat interaksi kalian akan mengatakan hal serupa. Phi hanya harus berfikir jika apapun yang terjadi kau masih ada di tempatmu, tempat dimana mereka bisa mengadu dan mendapat kenyamanan seperti sebuah rumah untuk berteduh dalam suasana apapun…kau hanya perlu ada untuk mereka dan bahagia atas mereka, kau ingat bagaimana Phi Sailub memperlakukanku dan Phi Fluke sama sepertimu memperlakukan Fourth atau Pooh? Saat dia tiada—kami bagaikan orang tanpa kendali, sekeras apapun kami mencoba sulit untuk bangkit dari bayang-bayang dirinya. Sikap itu memang tidak salah, namun itu kurang baik karena bagaimanapun yang kami perlukan adalah rumah untuk kembali bukan bodyguard—“

Garfield menyesap susu yang Benz buatkan untuknya.

“ aku mengerti itu—tapi aku takut jika aku tidak ada di tempatku saat mereka ingin kembali? Aku tidak bisa melihat air mata dan darah mereka lagi—“

“ semua menginginkan hal yang sama untuk orang yang dicintainya. Sama sepertiku yang tidak ingin orang yang ku cintai tersakiti—namun akan lebih melegakan jika bukan kita yang menyakiti mereka, bukan kita yang menjadi duri dalam daging mereka…sehingga saat mereka tersakiti mereka akan berada dalam dekapan hangat kita…dalam lindungan kita…menjadi obat untuk mengobati atau menyeka luka mereka, apa kau mengerti?”

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 20, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Action!!!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang