" Rita apa yg km lakukan,, turun ga" ucap ruka berusaha mengangkat tubuh pharita.
Namun pharita malah semakin menekan tubuhnya d atas badan ruka, sehingga membuat ruka susah begerak.
" Hmm km mau kemana ruru, bukan kah km dlu menyukainy" ucap pharita dgn membelai rahang ruka.
Ruka yg mendapat perlakuan seperti itu semakin d buat menegang, apalagi adik kecil ny tidak bisa di ajak kerja sama. Krna pharita yg sedari tadi tak bisa diam d atasny jd membuat junior ruka bangun.
" Hmm lihatlah km tidak bisa menolakku ruru, adikmu sudah bngun" ucap pharita sambil meremas junior ruka dari balik celana
" Emhhh riri stop" ucap ruka berusaha menahan tangan pharita
Namun pharita tidak mendengarnya, ia malah memasukan tanganya ke dalam celana ruka, alhasil tangan dingin pharita bisa langsung menyentuh benda panjang milik ruka.
" Owhhh ahh riri stopp" ucap ruka sambil mengigit bibirnya guna menahan desahanya
" Aku tau km menyukainya ruru, jngn d tahan lepaskan saja, aku ingin mendengar desahanmu" ucap pharita sambil mencium bibir ruka
Ruka yg sudah terpancing langsung membalas ciuman pharita dgn sangat agresif. Ia melumat bibir atas dan bawah pharita secara bergantian. Sementara itu tangan ruka mulai merambat ke area payudara pharita, dan mulai meremasnya..
" Shh ah ruru" desah pharita
" Riri buka" pinta ruka
" Aww apakah bayi besarku ini ingin susu hmm" ucap pharita sambil membuka kancing bajunya satu persatu, dan hnya menyisakan bra ny saja.
" Untuk bagian ini, km bisa membukanya sendiri ruru" pharita
Seketika ruka pn bangun dari posisiny dan langsung berhadapan dgn payudara pharita, ia segera melepaskan pengait bra ny dan terpangpanglah aset kembar mantan kekasihnya itu.
Ruka langsung menghisapny, dan sebelah lagi ia remas dgn tanganya.
" emhhhhh ahh ruru pelann awhhh" desah pharita sambil mendongkakan kepalanya
Namun tiba2 ruka melepaskan kulumanya, dan menatap wajah pharita.
" riri ini tidak benar, aku sudh memiliki asa. Aku ta ingin menyakitinya" ucap ruka sambil berusaha menutup tubuh pharita dgn selimut
" apa km yakin ruru, km tidak ingin melanjutkanya" pharita
" hmm maap untuk yg brusan riri" ucap ruka menundukan kepalanya
" hmm ta apa ruru, aku yg salah telah memulainya. Ya sudh mandilah setelah itu kita tidur" ucap pharita sambil kembali menggunakan pakaianya
Ruka pn segera ngibrit ke kamar mandi.
" rukaa jngn main solo" teriak pharita dari luar
Singkat cerita pagi pun tiba, itu tandanya mereka harus segera kembali ke seoul.
Namun sebelum itu mereka memutuskan untuk pergi ke tempat waktu itu yg prnh mreka kunjungi..
" Tempatny mash sama kaya dlu, aku juga ttp mengujungi dgn orang yg sama. Namun rasanya yg sudh berbeda" ucap pharita sambil menatap kedepan menikmati pemandangan.
"Perasaanku mash sama riri, hnya saja tak mngkin untuk aku teruskan" ucap ruka sambil menatap wajah samping pharita
" jika tau akan begini, aku akn memilih menetap d korea waktu itu, sehingga aku tidak perlu mengenal orang baru dan menyakitimu ruru" pharita
" jngn trus menyalahkan dirimu riri.. kita tidak tau bagaimana cara dunia bekerja bukan.. kadang kita tidak bisa menebak siapa yg akan datang dalam hidup kita, ataupun yg pergi atau mngkin yg datang setelah pergi" ruka
