♛𝐇𝐀𝐏𝐏𝐘 𝐑𝐄𝐀𝐃𝐈𝐍𝐆♛
"Dia putri ku yang ingin aku jodohkan dengan putra mu,"
Giselle mendegar suara yang sangat familiar di indra pendengaran nya, "Hai, sudah lama tidak bertemu." Perempuan itu berjalan ke arah giselle.
"Kau tidak berhak mengambil bayi ku!"
"Maksud mu apa lia!?"
"Kau tidak ingat? Gadis yang kau rawat itu adalah putriku!!"
"Choi rami."
"Haram maksud mu?"
"Iyaa, itu adalah bayi ku! Kembalikan kepada anak anak ku!"
"Maksud mu apa lia!?"
"KAU MASIH TIDAK INGAT!?"
"JANGAN PURA PURA BODOH DEH LU!"
"STOP LIA! JANGAN MENDEKAT!"
"Kembalikan putri ku atau kau yang akan aku tarik untuk tinggal bersama ku, selamanya," Bisik lia tepat di telinga giselle.
Setelah nya lia pergi dari ruangan itu, menyisakan giselle yang mematung di ruangan itu. "Apa yang baru saja terjadi! Apkah itu lia?"
Flashback on
"Bang owu! Kejar wawan kalau bisa!" Teriak laki laki remaja yang sedang berlari.
"Gak mau! Lu curang!"
Junghwan, laki laki itu merasa kesal dan langsung berjalan dengan cepat, tiba tiba ia tidak sengaja melihat seorang gadis yang terhanyut di sungai.
Posisi nya, di samping kanan Junghwan persis, itu terdapat sungai yang mengalir sangat deras akhir akhir ini.
Juga genangan air yang banyak karena akhir akhir ini sering hujan. "Mama! Papa! Sini, ada yang tenggelam!" Teriak Junghwan.
Giselle dan jihoon yang sedang lari pagi pun mengakhiri aktivitas nya dan memutuskan untuk membawa gadis itu ke rumah mereka.
Disana, gadis itu tampak kedinginan, bibir nya pucat dan suhu badan nya yang sangat dingin. "Tolong ambilkan air hangat dan sapu tangan," Titah giselle.
Junghwan kembali dengan air hangat dan sapu tangan. "Mau buat apa ma?"
"Ini buat ngompres dahi nya, oh iya, jeongwoo!"
"Iya ma?"
"Tolong ambil anduk sama kotak p3k ya!"
Sedangkan jihoon, pria itu terus mengusap telapak tangan gadis itu dengan lembut. "Untung saja tadi Junghwan melihat nya, kalau tidak? Entah lah gadis itu akan terhanyut sampai mana,"
"Heh! Omongan nya ya," Giselle menampar lengan jihoon cukup keras. "Aw, sakit tau!" Omel nya.
Uhuk, uhuk
Gadis berambut blonde itu terbangun dan terkejut melihat seseorang yang berada di samping kasur.
"Jangan takut,"
KAMU SEDANG MEMBACA
7 Brave Girls S2
Short Story[ON GOING] Mengikhlaskan juga bagian dari kehidupan, lantas mengikhlaskan seseorang yang kita sayangi adalah bagian yang paling menyakitkan. Tentang tujuh gadis keluarga choi yang harus kehilangan bunga matahari mereka, canny dan rami, gadis itu pe...
