♛𝐇𝐀𝐏𝐏𝐘 𝐑𝐄𝐀𝐃𝐈𝐍𝐆♛
"Kemana sih mereka? Sampai jam segini belum balik juga?"
Mereka sadari tadi sudah menunggu mereka hampir 20 menit disana. Namun Rora dan canny belum menampakkan batang hidung nya.
"Kita samper aja yuk!"
Lalu meraka berjalan mencari keberadaan kedua adik nya itu.
Hingga rami tidak sengaja menatap ke arah kerumunan orang orang. "Ihh itu ada apa dah? Kita susulin aja yuk kak."
Mereka menerobos keramaian itu dan terkejut melihat siapa yang menjadi pusat perhatian semua orang.
"CANNY! RORA?!"
Mereka bisa melihat wajah lebam serta darah yang mengalir dari kepala canny, juga kaki Rora yang mengeluarkan darah segar akibat tergores oleh bebatuan.
Seketika kepanikan menjalar di tubuh mereka. Dengan cepat asa membawa canny dan ahyeon membawa Rora.
Pharita di tuntun oleh rami dan ruka yang yang berjalan sambil menggerakkan kursi roda nya.
"Bawa ke mobil cepat!!" Teriak ruka dengan wajah panik nya.
"Rami-a, apa yang terjadi?"
"Kak rita, nanti aku bakal jelasin, yang penting kita bawa Rora dan canny menuju rumah sakit."
"Kenapa ke rumah sakit? Apa yang terjadi dengan mereka rami?"
Rami tidak menjawab pertanyaan pharita, ia sekarang fokus untuk membawa adik adik nya ke rumah sakit.
Di perjalanan, ruka tidak berhenti menitihkan air mata nya melihat canny dengan wajah pucat nya.
"Canny, bangun dek. Maafin kakak ya." Ruka mengusap punggung tangan canny yang terasa dingin.
Ruka berada di belakang bersama canny, sementara asa yang mengemudi.
"Pasti canny selamat kok kak," Sahut asa di depan sana.
Tiba tiba saja, canny membuka mata nya perlahan, namun kepala nya masih terasa sakit.
"Canny-a?!"
"Kak," Lirih gadis itu.
"Bertahan sebentar ya can, kita bakal sampai ke rumah sakit kok."
"Sakit kak," Ia meringis kesakitan sambil menggerakkan tangan nya yang terasa dingin.
Ruka menghapus air mata nya dan mengusap rambut canny, posisi kepala canny berada di paha ruka.
"Sabar ya sayang, nanti dokter bakal obatin kamu."
"A ... Ku, enggak ku-at kak."
Canny menetralkan nafas nya namun tidak bisa, ia terlalu sesak untuk bernafas.
"Canny! Jangan begitu can, kita dikit lagi sampai! Bertahan dek!" Teriak ruka yang panik melihat gelagat canny.
KAMU SEDANG MEMBACA
7 Brave Girls S2
Short Story[ON GOING] Mengikhlaskan juga bagian dari kehidupan, lantas mengikhlaskan seseorang yang kita sayangi adalah bagian yang paling menyakitkan. Tentang tujuh gadis keluarga choi yang harus kehilangan bunga matahari mereka, canny dan rami, gadis itu pe...
