♛𝐇𝐀𝐏𝐏𝐘 𝐑𝐄𝐀𝐃𝐈𝐍𝐆♛
Kali ini, rumah terasa ramai karena kedatangan gadis berponi itu.
Seperti sekarang, mereka sedang sarapan bersama, namun canny terus bercerita panjang lebar.
"Terus aku mimpi kak rora jahat banget sama aku!"
"Mana muka nya judes banget lagi," Canny memeragakan ekpresi rora saat di mimpi nya.
Gadis yang sedang menjadi bahan perbincangan oleh adik nya, hanya bisa pasrah. Dalam hati nya mah gebuk, enggak, gebuk, enggak.
"Muka nya melas banget ra, kayak anak ayam yang enggak di kasih makan empat minggu." Rami datang setelah mencuci piring nya.
"Adek kalian berisik banget dah! Nyesel aku nangis nangisin dia, terus minta tante lilis kasih ke kita."
Canny yang mendengar itu justru ketawa kencang membuat atensi mereka beralih ke gadis itu.
"Kenapa can?"
"Enggak papa kak, cuman aku ngakak aja ngeliat ekspresi marah nya kak rora."
"Emang gua kenapa?" Tanya nya dengan ekpresi bingung.
"Bener kata kak rami, muka kak rora sekarang melas banget, jadi pengen nyumbang beras buat makan kak rora deh, hahaha!"
Mereka semua tertawa kecuali rora, sungguh ia ingin mencubit pipi adik nya itu.
"Udah jangan di ledek gitu rora nya, kasian tau." Ahyeon membuat rora tersenyum senang karena akhirnya ada yang membela nya.
"Tau ish! Rami sama canny enggak berubah ya, selalu ngeledek rora atau enggak ahyeon." Sahut pharita.
"Seru tau kak! Kalian semua harus rasain," Lalu ucapan canny di angguki oleh rami.
"Sudah makan nya kan? Kita ke tempat pemakaman appa sama eomma ya."
Ruka berjalan menggunakan kursi roda dan di bantu oleh ahyeon. "Senang ya kak rasanya, di rumah sekarang jadi ramai."
"Iya yeon, kakak juga senang karena canny dan rami ternyata masih hidup."
"Berarti, yang di kubur itu siapa kak?"
Ruka berpikir sejenak lalu mengingat apa yang dokter manoban itu katakan saat di rumah sakit itu.
"Kalau boleh tahu, siapa anak yang di kubur di makam dengan nama canny?"
"Itu anak tante, tante sering datang kesana karena tante sangat rindu dengan anak tante. Ternyata anak tante dengan canny itu mirip ya."
"Bukan hanya mirip, tapi terlihat seperti kembar." Lanjut dokter manoban.
"Nama nya siapa tan?"
"Chiquita sayang, tante sengaja memberikan nama canny dengan nama chiquita karena tante pertama kali melihat canny seperti melihat anak tante sendiri."
"Ohh begitu,"
"Makasih ya tante, selama ini tante sudah merawat canny, ruka benar benar berterimakasih banget."
"Iyaa ruka. Maafin tante juga ya karena sudah bohongi kamu."
Berakhir dengan pelukan hangat yang tercipta disana.
"Itu jasad anak tante lilis saat ingin membantu canny dan rami agar keluar dari deras nya air sungai,"
"Tapi anak nya malah terhanyut dan di temukan dengan keadaan seperti itu."
KAMU SEDANG MEMBACA
7 Brave Girls S2
Historia Corta[ON GOING] Mengikhlaskan juga bagian dari kehidupan, lantas mengikhlaskan seseorang yang kita sayangi adalah bagian yang paling menyakitkan. Tentang tujuh gadis keluarga choi yang harus kehilangan bunga matahari mereka, canny dan rami, gadis itu pe...
