11; who is rami?

277 35 10
                                        

♛𝐇𝐀𝐏𝐏𝐘 𝐑𝐄𝐀𝐃𝐈𝐍𝐆♛



"Asa mengidap penyakit kanker stadium dua,"





"APA!?"





Mereka semua mematung, apa mereka tidak salah dengar? Asa yang sangat kuat dan pemberani itu, harus bertaruh melawan penyakit menyebalkan ini?

"Dari kapan asa mengidap penyakit ini jae!?"

"Kalau di lihat lihat, sudah dua tahun, dan asa harus di operasi agar penyakit nya bisa di sembuhi," Jelas dokter Na.

"Sekarang juga gak papa,"

"Jangan om, kita dapat duit dari mana?"

Jihoon mensejajarkan tinggi nya dengan ruka. "Gak papa, om yang akan tangani semua urusan nya." Tetapi, ruka tetap menolak.

"Jangan om, aku gak enak sama om, biaya nya sangat besar, biar kita saja yang mengurusi nya."

"Sudah om yang bayar," Itu bukan jihoon melainkan dokter Na yang berbicara.

Ruka menoleh ke arah dokter Na. "Ini beneran dokter yang bayar? Ini terlalu mahal dok,"

"Gak papa ruka-a, ini sebagai wujud terimakasih om sama eomma dan appa kamu dulu."

"Maksud dokter apa?"

"Kamu tahu? Om waktu itu kesusahan buat nyari pekerjaan, terus om berpikir untuk menyerah saja. Tetapi, ada eomma dan appa kamu yang bersedia membantu om saat itu, appa mu sudah menganggap om sebagai adik nya sendiri."

"Sampai saat itu, om awal nya setelah lulus SMA om ingin kerja untuk mencari uang agar bisa mencukupi kebutuhan om, tapi eomma kamu nolak, beliau ingin om bisa kuliah di jurusan kedokteran, hingga sebelum kecelakaan itu terjadi, beliau menitip anak anak beliau kepada om."

"Jadi kamu tahu kenapa, kalau setiap ada yang terluka di antara kalian, om yang akan menangani itu semua."

"Wahh, eomma sama appa baik banget yaa," Celoteh rora.

"Banget, makanya jadi anak yang nurut yaa, saling tolong menolong dan ikhlas untuk membantu."

Mereka berpelukan dengan erat sampai melupakan perawat yang ada di belakang dokter Na. "Maaf dok, ada pasien yang harus di tangani."

"Oh iya, nanti setelah ini, dokter akan menyembuhkan asa secepat nya!"

"Dokter janji?" Rora dan dokter Na menautkan jari kelingking mereka satu sama lain. "Dokter janji!" Mereka terkekeh dan dokter Na pamit untuk memeriksa pasien lain.

"Kalain belum makan kan? Kita beli sesuatu di kantin rumah sakit mau?"

"Ayuk om, rora sudah lapar," Rengek nya kepada jihoon.

Mereka semua terkekeh gemas melihat sifat ke anak anakan nya rora. "Kalau begitu, ayuk kita jalan!!"

"Ayuk!"

Rora memimpin di depan dengan tingkah nya yang seperti seorang pemimpin. Di tengah jalan, ia tidak sengaja melihat gadis yang sama dengan seseorang yang ia rindukan.

"Kak rami?"

Dengan keyakinan nya yang penuh, Rora menghampiri gadis bersurai coklat muda yang sedang duduk santai di kantin rumah sakit.

"Kakak!" Rora berlari dan memeluk tubuh rami, hampir saja mereka terjatuh jika gadis itu tidak menahan nya dengan meja.

"Siapa? Aku?"

Rora menatap lekat wajah seseorang yang ia rindukan, detik berikut nya Rora langsung di hempas begitu saja membuat tubuh nya terjatuh ke lantai.

"Kak rami, ini aku rora,"

7 Brave Girls S2Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang