♛𝐇𝐀𝐏𝐏𝐘 𝐑𝐄𝐀𝐃𝐈𝐍𝐆♛
Mereka telah sampai di rumah sakit, karena tidak ada yang mengobati chiquita karena pasien banyak, dokter manoban memutuskan untuk ia yang mengobati sang anak.
"Biar saya saja yang mengobati chiquita, kalian pergi. Tidak ada urusan kalian dengan chiquita." Lisa bisa melihat kalau tangan rora terkepal erat.
"Yasudah kalau begitu, tapi kami tetap akan menunggu nya di luar." Ujar ruka membuat dokter manoban mengabaikan ucapan nya.
Pintu ruang ugd di tutup, mereka berdoa agar chiquita bangun dari tidur lelap nya.
"Kak, gua khawatir banget tadi sama chiquita." Rora bersandar di pundak asa. "Iya ra, kakak juga ngerasain gitu kok." Sahut asa.
"Kita tunggu kepastian nya dari dokter manoban," Sahut pharita yang berada di samping rami.
"Kepastian? Yang ada chiquita di bawa kabur sama dokter manoban," Julid banget si rora.
Rami pun mengangguk, "Di karantina kali si chiquita nya sama dokter manoban."
"Heh! Jangan ngomong kayak gitu, enggak sopan. Bagaimana pun, dokter manoban kan orang tua nya chiquita." Ujar si sulung.
"Orang tua? Tapi kalau chiquita emang canny gimana kak?" Rora yakin sekali bahwa chiquita itu adalah canny. "Udah, kita hanya bisa menerima kenyataan dari Tuhan, mau itu pahit atau enggak, Tuhan yang atur."
"Kok kak rita jadi kayak kak ruka sih?! Ngoceh enggak jelas!" Celoteh ahyeon.
Ruka melotot mendengar ucapan ahyeon. "Sembarang aja kamu!"
"Hahaha! Lihat tuh, kak ruka melotot tapi mata nya masih sipit kayak orang niawo wo wo aini," Rora benar benar pengen di gaplok ya.
Mereka semua tertawa receh melihat ruka membulatkan matanya seperti itu.
"Sudah sudah, jangan di bully ih kakak nya. Enggak sopan tahu itu namanya," Tegur asa dengan lembut.
"Tapi lucu tau kak, kayak gini," Ahyeon mempraktekkan apa yang ruka lakukan tadi.
Ruka hanya bisa mengelus dada dan banyak banyak sabar. "Sabar ka, lu anak nya penyabar banget kayak Cinderella."
"Cireng lella kali! Hahaha!!"
Ruka memilih pergi dari tempat itu dari pada mendengar sang adik meledek nya.
"Hayolo! Kak ruka nya ngambek, kalian sih bikin kak ruka ngambek," Ujar asa.
Trio bokem itu langsung menunduk, "Maafin aku kak, ahyeon sama Rora enggak usah di maafin." Ujar si rami membuat ahyeon menoyor kepala nya.
"Enak aja! Elu yang mulai duluan!"
"Apaansih!! Adek lu noh yang julid banget pakai banget!"
"Kok aku sih?! Emang kenyataan ya kak ruka melotot tapi matanya masih sipit!"
Aduh, asa sama pharita jadi bingung ini mau bela yang mana, tapi mereka sama sama salah sih.
KAMU SEDANG MEMBACA
7 Brave Girls S2
Short Story[ON GOING] Mengikhlaskan juga bagian dari kehidupan, lantas mengikhlaskan seseorang yang kita sayangi adalah bagian yang paling menyakitkan. Tentang tujuh gadis keluarga choi yang harus kehilangan bunga matahari mereka, canny dan rami, gadis itu pe...
