Ketertarikan

536 34 15
                                        

Absen dulu

Heppy Reading!

Begitu bel berbunyi adara segera menarim Mika keluar dari kelas, berjalan terburu buru melewati lorong.

" Dar, slow kalik. "

" Gak bisa, mik. entar kita ketemu al, gue belum siapa. "

Mika mendengus, mengimbangi langkah cepat adara. " Aelah, lagian apa yang lo takutin sih? "

" Gue takut di ajak balikan. "

" Ck, ck, ck pd sekali ya anda. "

Adara menghentikan langkahnya, kakinya melihat sosok yang berusaha ia hindari sedang berdiri di Koridor utama dan menatap kearah nya .

" Tuh, mas mantan. " Tunjuk mika.

Adara kira, pulang bertepatan dengan guru keluar dari kelas akan berhasil menghindari al. Namun, ternyata cowok itu terlebih dahulu ada di sini. Ia menghembuskan nafas panjang mencoba sesantai mungkin.

" Ara.... Haii? " Sapa al canggung.

" Hai, mantan adara, " Mika terkikik puas melihat al tersenyum kecut.

Berdehem mengurangi kecanggungan yang ia rasakan, al bertanya, " Mau pulang sama aku aja. "

Berusaha kembali mendekatkan hubungan mereka. Ia tau dari mamanya, jik adara satu minggu ini tidak di perbolehkan membawa mobil sendiri.

Adara yang akan membukak mulut menutup kembali saat mendengar suara Pipit yang datang bersama asep.

" Untung kamu belum pulang, kita belajar bareng?" Tanyak Pipit, menyadari kehadira adara dan Mika ia menyapa keduanya meskipun masih ada perasaan takut. " Hai, kalian udah mau pulang? "

Mika bersedekah dada, " Pulang lah orang punya rumah. "

Adara menahan tawanya melihat Pipit yang menciut karena sedikit sentakan dari Mika.

" Kita duluan, " Pamit adara.

Sebenarnya, al ingin mengajak adara bergabung, tapi ia tau itu akan memperkeruh keadaan.

Al menatap adara hingga jauh. Sia sia iya menunggu ya di sini agar merek bisa berbicara berdua. Lidahnya keluh untuk menahan gadis itu sedikit lama lagi.

" Al. " Panggil Pipit menyadarkan dari lamunanya.

" Jadi, ayok" Ajak Al akhirnya.

---------

Sepanjang jalan adara harus menahan kesal mendengar ocehan Mika, mengomelinya karena melepas al begitu saja.

" Lo tuh harus egois dar. Kalo gak gitu, lo bakal kehilangan. " Ujar Mika nyolot.

" Cowok masih banyak kali, mik. "

Mika menatap adara serius, " Lo ngerasa gak sih dar, lo tuh kayak ngelepas al begitu aja? "

" Udahlah mik, " Adara menjadikan tangan kanan nya mic lalu bernyayi, " Ambil saja bekas pacar ku. "

Aku Beruntung Memiliki KamuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang