Happy reading
.
.
.
.
.
.
.
.
"Jevan?!..." Kaget Reyga
"Sayang..." Panggil Jevan pelan
Reyga duduk di bangku nya, kemudian menatap Jevan yang berdiri tepat didepan meja besar miliknya.
"Kamu lupa janji mu ke aku?" Tanya Rey
"Aku ga lupa Rey, aku bahkan gatau kalau mereka--" Ucap Jevan terpotong
"Omongan lu emang gabisa dipegang!!" Kesal Rey, dengan reflek nya yang berdiri dari duduknya
"Dengerin aku dulu Rey" Pinta Jevan
"Kamu bilang ga bakal ngelakuin ini!, kamu bilang kamu ga bakal ngebebanin aku dengan tingkah geng mu itu!!, kamu bilang--" Ucap Rey terpotong saat tubuhnya terasa lemas..... Dan brukk!!! Jevan dengan cepat menangkap tubuh Rey.
"Rey?" Jevan sembari menepuk pelan pipi Reyga.
"Reyga pingsan" Ucap Keyna
Mendengar itu, Jevan dengan sigap mengangkat tubuh Reyga dengan entengnya.
Jevan berdiri didepan anggota nya itu dengan wajah datarnya.
"Habis lu di jam pulangan!" Ucap Jevan, kemudian berlari keluar ruangan osis menuju ruang UKS.
...
Di UKS.
"Bu, gimana kondisi Reyga?" Panik Jevan sembari memegangi tangan Rey yang terbaring di ranjang.
"Hadeuhh... Pasti ini gara gara kamu dan geng mu itu kan Jevan?" Jawab wanita muda itu yang merupakan penjaga/perawat UKS.
"Gua nanya kondisi Reyga. Bisa langsung jawab gak?" Ujar Jevan, yang mengganti nada bicaranya.
"Huhh... Reyga baik baik aja, dia cuma kelelahan" Jawab nya
Mendengar itu, Jevan menghembuskan nafas lega. Sungguh! Dia akan menghabisi anak buah baru nya itu!.
30 menit kemudian....
"Unghh~~"
"Rey?!" Ucap Jevan
"Jev... Aku haus" Ucap Rey dengan suara khas bangun tidur. (Maksudnya mirip hehe)
"Ini minum dulu" Ucap Jevan, sembari memberikan Reyga minuman.
"Makasih" Jawab Rey setelah meneguk air putih itu.
"Maafin aku sayang..., Tapi.. aku pengen ngasih penjelasan sama kamu, kalau kelakuan yang mereka lakuin itu, aku sama sekali gatau!. Kalau kamu ga percaya tanya aja sama Vano, dia juga pasti jawaban nya sama kayak aku" Jelas Jevan sembari memohon.
"Udah Jev, aku udah maafin kamu. Aku harus ketemu sama Keyna" Ucap Rey hendak turun dari ranjang
"Mau aku gendong?" Tawar Jevan
"Apaansih. Gausah" Jawab Rey dengan nada sedikit lemas.
"Kamu pasti cape sayang. Biar aku gendong, atau... Jangan bilang kamu masih mikirin pandangan orang tentang hubungan kita?" Tanya Jevan
"Aku cuma ga pengen di gendong aja" Jawab Rey singkat, kemudian dengan perlahan dia berjalan keluar UKS
"Kamu serius gamau aku gendong?" Tawar Jevan lagi
"Jev! Kamu diam atau aku gak mau ngomong lagi sama kamu?!" Ancam nya
"Iya sayang. Galak amat"
.
Jevan kembali ke kelas nya, setelah disuruh oleh pacarnya itu.
Ia masuk ke kelas, dan langsung menghampiri kawannya yang bernama Vano itu.
"Woy Van!" Panggilnya
"Kenapa?" Bingung Vano
"Lu gaada ngejaga bocah ingusan itu hah?! Gara gara mereka gua sama Rey hampir berantem lagi anjir!. Suruh mereka ngumpul di belakang sekolah pas jam pulangan!" Titah Jevan
"Oke" Jawab Vano, yang langsung melakukan perintah dari Jevan.
Jevan duduk di kursi nya, sembari menatap ke arah Farhan.
"Woy lu pacar Vano!" Panggilnya
Farhan tidak menoleh, yah karena dia tidak merasa itu dirinya kan yang di panggil
Melihat reaksi Farhan yang tidak memperdulikan nya pun, Jevan dengan tegas memanggil nya dengan lantang lagi
"Woy Farhan!" Ucapnya
"K-kenapa?" Gugup Farhan
"Pulang sekolah ini lu bareng sama Rey?"
"Iya ... Rey baru aja ngechat gue dan minta pulang bareng dia hari ini" Jawab Farhan
"Gajadi. Lu pulang bareng Vano aja, masalah Rey biar gua yang urus."
"Tapi Jev..--"
"Apa!? Dia pacar gua! Gausah ikut campur lu! Turutin aja apa kata gua" Pintanya
"O-oke" Farhan pun setuju
...
Sepulang sekolah.
"Jev, gimana sama anak anak? Lu nyuruh mereka ngumpul kan?" Bisik Vano
"Hm." Jevan hanya mengangguk
"Terus lu kenapa mau pergi deluan?"
"Gua mau antar pulang pacar gua dulu, lu juga antar Farhan aja dulu. Suruh anggota inti lain yang jaga mereka selama kita nganterin Rey dan Farhan" Jelas Jevan
"Astaga... Yaudah" Vano pun langsung menurut
Jevan langsung bergegas ke parkiran, menghampiri kekasihnya dengan sahabat kekasihnya itu.
"Apaansih Han! Kita pulang berdua aja! Gue lagi gamau pulang bareng Jevan" Ucap Rey kepada Farhan
"T-tapi Rey... Jevan.."
"Sayang" Panggil Jevan, yang langsung merangkul pinggul Reyga
"Apa? Aku mau pulang bareng Farhan hari ini" Ujar Rey to the point
"Sayang, masih marah sama aku ya?" Tanya Jevan lembut
"Aku udah ga marah. Cuma hari ini pengen pulang bareng Farhan aja" Jawab Rey
"Kalo kamu udah ga marah, hari ini pulang bareng aku ya?"
"Lagi gamau. Aku pengen pulang bareng Farhan" Jawabnya lagi
"Vano juga pengen pulang bareng Farhan, masa kamu mau ngelarang Farhan ikut Vano?" Bohong Jevan
"Yaudah aku bareng Vano Farhan aja" Jawab Rey cepat
"Kamu kok malah milih bareng Vano sih? Aku kan pacar kamu sayang"
"Bucin anj!" Reflek Farhan
"Apa lu bilang?" Ujar Jevan yang langsung menatap Farhan dengan mata elang nya.
"E-ehh engga!! Aku cuma... Eee... Aku deluan ya, hari ini aku pengen pulang berdua bareng Vano aja" Ucap Farhan yang langsung berlari meninggalkan kedua Adam ini.
"Ayo pulang sayang" Ucap Jevan dengan senyuman tampannya.
"Ish!" Kesal Rey yang langsung masuk kedalam mobil Jevan.
"Wkwkwk lucu"
To be continued........
KAMU SEDANG MEMBACA
Jevan Reyga [BL LOKAL]
Teen FictionJevan menyukai Reyga dari lama, namun Reyga selalu menolaknya dengan alasan dia masih Normal. Namun pada saat tertentu Reyga mulai menerima Pernyataan perasaan dari Jevan karena ia berfikir dia akan sangat risih jika selalu di pertanyakan hal yang s...
![Jevan Reyga [BL LOKAL]](https://img.wattpad.com/cover/350041184-64-k427255.jpg)